Polres Bekasi Kota Minta Tambahan Personel ke Mabes Polri

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota mengusulkan penambahan personel ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Polres Bekasi Kota Minta Tambahan Personel ke Mabes Polri
Warta Kota
Kapolres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto, memimpin eskspos hasil penangkapan pelaku penipuan berkedok investasi menggunakan dolar palsu di Mapolrestro Bekasi Kota, Bekasi, Rabu (13/12/2017). 

WARTA KOTA, BEKASI - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota mengusulkan penambahan personel ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Sebab, tahun ini jumlah personel kepolisian di sana berkurang sekitar 100 orang, yang disebabkan beberapa faktor.

Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto mengatakan, faktor yang memicu pengurangan personel karena adanya anggota yang pensiun, mutasi penugasan, dan sakit. Berdasarkan catatannya, jumlah personel kepolisian di sana saat ini berkisar 1.600 orang, dari yang awalnya 1.700 pada tahun lalu.

Baca: Jokowi: Tidak Ada Tempat bagi Mereka yang Tidak Mampu Bertoleransi di Negara Kita

"Tentu kita minta (penambahan) ke Mabes," kata Indarto di kantornya, Jalan Pramuka Nomor 79, Bekasi Selatan, Selasa (20/3/2018).

Indarto mengakui, jumlah personel yang ada saat ini sebetulnya kurang ideal dengan jumlah penduduk Kota Bekasi yang menembus hingga 2,6 juta jiwa. Guna menyiasati hal itu, Indarto mulai menyusun strategi.

Pertama, membagi tugas personel di lapangan. Anggota yang memiliki beban tugas ringan akan ditempatkan ke bagian yang memiliki beban kerja tinggi. Dengan demikian, komposisi kerja petugas di lapangan berjalan seimbang.

Baca: Warga Tanah Abang: Tolong Pak Anies, Rumah Kami Terkepung PKL!

"Misalnya dari 120 anggota di bidang Reserse Kriminal, yang kerja hanya 100 orang, sedangkan 20 orang lagi terlihat santai. Berarti 20 anggota ini yang saya pindahkan ke tempat lain agar lebih produktif," ujar Indarto.

Dia melanjutkan, strategi berikutnya adalah mengadakan latihan peningkatan kemampuan personel. Misalnya, latihan pengendalian massa (dalmas) oleh seluruh personel, sehingga diharapkan potensi kericuhan saat terjadinya dinamika unjuk rasa bisa ditekan.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help