Warga Selandia Baru Bisa Habiskan Rp 160 Ribu per Hari Hanya untuk Kopi

Minum gopi bagi masyarakat Selandia Baru tidak sekadar gaya hidup, namun sudah menjadi kebutuhan.

Warga Selandia Baru Bisa Habiskan Rp 160 Ribu per Hari Hanya untuk Kopi
TRIBUNNEWS/NICOLAS MANAFE
Colombus Coffee di Jalan Featherston, Kota Wellington, Selandia Baru. 

WARTA KOTA, WELLINGTON - Minum gopi bagi masyarakat Selandia Baru tidak sekadar gaya hidup, namun sudah menjadi kebutuhan.

Apalagi, cuaca berangin di musim peralihan dari panas ke gugur kali ini, menambah hasrat untuk meneguk secangkir kopi hangat sambil berjalan di pedestrian di Kota Wellington.

Sepanjang Jalan Victoria di kota yang dijuluki 'Kota Angin' itu, tampak beberapa kedai sudah ramai pengunjung sekira pukul 10.00 waktu setempat.

Colombus Coffee di Jalan Featherston, Kota Wellington, Selandia Baru.
Colombus Coffee di Jalan Featherston, Kota Wellington, Selandia Baru. (TRIBUNNEWS/NICOLAS MANAFE)

Kata seorang barista kedai kopi Colombus di Jalan Featherston, Kopi Americano menjadi favorit warga Kota Wellington. Satu cangkir Kopi Americano seharga 3,5 dolar Selandia Baru, atau sekira Rp 35 ribu.

Kebanyakan biji kopi yang disajikan berasal dari tanaman kopi lokal. Selain aroma, tingkat keasaman kopi agak berbeda dengan kopi lokal Indonesia.

Kebiasaan ngopi masyarakat Selandia Baru ini diakui oleh Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Baca: Di Selandia Baru WNI Sorakkan Jokowi Dua Periode

"Jadi rata-rata mereka minum kopi itu sampai dengan empat cup per hari. Jadi, mereka bisa habiskan 16 dolar atau Rp 160 ribu per hari hanya untuk kopi," ungkap Tantowi.

Selama ini, Indonesia menjadi eksportir kopi ke Selandia Baru. Namun, kopi yang diekspor dalam bentuk campuran.

"Sekarang ini kita masukkan sebagai pencampur. Tujuan kita nanti itu sebagai single origin," tutur Tantowi.

Colombus Coffee di Jalan Featherston, Kota Wellington, Selandia Baru.
Colombus Coffee di Jalan Featherston, Kota Wellington, Selandia Baru. (TRIBUNNEWS/NICOLAS MANAFE)

Indonesia memiliki banyak varietas biji kopi, misalnya Kopi Mandailing, Kintamani dari Bali, Berastagi, Gayo, dan lainnya.

Selain varietas yang banyak, setiap kopi yang ada juga memiliki aroma yang berbeda-beda, sehingga, Tantowi meyakini kopi Indonesia bisa diterima masyarakat Selandia Baru.

"Jadi ini pasar premium sebenarnya," ucap Tantowi Yahya. (*)

Penulis: z--
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved