Operasi Katarak Dilakukan untuk Mengganti Lensa Mata Telah Keruh dengan Lensa Buatan

Biasanya gangguan katarak terjadi pada salah satu bola mata saja. Namun, tak sedikit juga yang mengidap katarak pada kedua bola mata.

Operasi Katarak Dilakukan untuk Mengganti Lensa Mata Telah Keruh dengan Lensa Buatan
istimewa
Ilustrasi

WARTA KOTA, PALMERAH---Kepala Departemen Mata RSPAD Jendral Gatot Soebroto, Kolonel dr Subandono Bambang Indrasto SpM MM, mengatakan, biasanya gangguan katarak terjadi pada salah satu bola mata saja.

Namun, tak sedikit juga yang mengidap katarak pada kedua bola mata.

Sesuai prosedur standar Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia, penanganan diprioritaskan pada mata yang paling parah kondisinya.

Baca: Katarak Bisa Menyerang Semua Usia, Tidak Terkecuali Bayi Baru Lahir

Namun, pada praktiknya, mata yang paling ringan gejalanya yang akan terlebih dahulu ditangani.

Hal ini berlaku pada kondisi tertentu, misalnya saat operasi katarak massal.

"Pertimbangan lain karena bila operasi bagian mata yang lebih parah dilakukan lebih dahulu dan tak berhasil, pasien akan ketakutan untuk melakukan operasi untuk mata satu lagi. Jadi kami memilih menangani bagian mata yang lebih prospek," kata Subandono beberapa waktu lalu.

Terkait jeda waktu operasi yang kedua, Subandono mengatakan, tindakan medis tersebut bisa dilakukan secepatnya apabila kondisi pasien telah membaik.

Namun, jika mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rentang waktu yang dianjurkan adalah satu bulan setelah operasi katarak pertama.

Subandono mengatakan, operasi katarak dilakukan untuk mengganti lensa mata yang telah keruh dengan lensa buatan. Karena itu, tidak ada istilah katarak dapat kambuh.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help