Minimarket di Depok Ini, Tak Jual Rokok dan Kondom

Manajemen Toko Umat dalam usahanya memastikan tidak akan menyediakan atau menjual rokok, alat kontrasepsi atau kondom

Minimarket di Depok Ini, Tak Jual Rokok dan Kondom
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Koperasi Putra dan Putri Indonesia (Kopprindo) resmi membuka usaha minimarket yang diberi nama Toko Umat di Kota Depok, Minggu (18/3/2018). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Minimarket dengan nama brand Toko Umat yang dikelola Koperasi Putra dan Putri Indonesia (Kopprindo), resmi hadir di Depok, yakni di Jalan Pramuka Raya, RT 3/RW 11, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Minggu (18/3/2018).

Usaha Toko Umat diklam murni 100 persen berjamaah, dimana artinya kepemilikannya tidak didominasi perorangan.

Selan itu, komitmen manajemen Toko Umat dalam usahanya memastikan tidak akan menyediakan atau menjual rokok, alat kontrasepsi atau kondom, terlebih miras.

Hal itu dikatakan Ketua Kopprindo Teguh Suwito saat peresmian Toko Umat, Minggu.

"Kami pastikan Toko Umat tidak akan menjual rokok, alat kontrasepsi dan minuman keras. Ini merupakan visi kami. Karena usaha ini dari umat dan untuk umat, maka kami bersepakat tidak jual rokok, miras dan alat kontrasepsi, meski keuntungan dari rokok saja potensinya cukup besar dan bisa dapat 30 persen," kata Teguh.

Meski tidak menjual produk yang berpotensi mengeruk keuntungan lebih, menurut Teguh, pihaknya tetap percaya diri.

"Sebab dengan tidak menjual semua itu, masyarakat yang terdiri dari kaum ibu justru sangat mendukung kami. Jadi kami tetap percaya diri dan optimis meskipun keuntungan dari rokok lumayan," katanya.

Teguh mengatakan Toko Umat murni 100 persen berjamaah. Artinya kepemilikannya tidak didominasi perorangan.

"Toko Umat memiliki cita-cita membangun ekonomi umat Islam yang keuntungannya juga untuk umat Islam," kata Teguh.

Menurutnya usaha Toko Umat merupakan bentuk semangat umat muslim dalam jihad ekonomi, sekaligus memperkokoh persatuan umat muslim dalam menciptakan gerakan kebangkitan ekonomi.

"Ekonomi umat Islam saat ini semakin lesu dan kalah dengan pemilik modal asing. Karena itu, ekonomi umat perlu kembali dibangun dan digerakkan untuk turut bersaing menghadapi persaingan bisnis," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved