Hari Raya Nyep

Sebanyak 811 Napi Agama Hindu Dapat Remisi dari Negara

Remisi tersebut diberikan bertepatan dengan hari raya Nyepi yang akan diperingati pada 17 Maret 2018.

Sebanyak 811 Napi Agama Hindu Dapat Remisi dari Negara
Tribun Solo
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam. 

WARTA KOTA, BOGOR - Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Ade Kusmanto mengatakan, 13 narapidana kasus korupsi mendapat remisi di Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

Mereka termasuk bagian dari 811 napi yang mendapat remisi Hari Raya Nyepi ini.

"(Untuk) kasus korupsi yang remisi Nyepi 13 orang," kata Ade lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (17/3/2018).

Namun, tidak ada dari ke-13 napi tersebut yang termasuk ke 5 napi yang langsung bebas karena dapat remisi di hari raya umat Hindu ini.

"Tidak ada," ujar Ade ketika ditanya soal remisi yang langsung bebas untuk napi.

Remisi yang diberikan kepada setiap narapidana tidak semuanya sama.

Pemberian remisi mulai dari 15 hari sampai dengan 2 bulan, tergantung dengan pidana yang sudah dijalani.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, napi yang mendapatkan remisi Hari Raya Nyepi tahun ini salah satunya yakni mantan Kadisdikporabud Kabupaten Jembrana, Bali periode 2009-2010, Anak Agung Gede Putra Yasa.

Dilansir dari Tribun Bali, Anak Agung Gede Putra Yasa merupakan salah satu pelaku yang tersangkut kasus korupsi dana Bansos di Stikes Jembrana.

Dia ditangkap oleh Kejaksaan Tinggi Bali.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved