VIDEO: Komplotan Nigeria Penipu Online Dibekuk Petugas Imigrasi

"Melalui penyelidikan diketahui kelompok tersebut melakukan upaya penipuan online dengan korban di beberapa negara

WARTA KOTA, JAKARTA- Jajaran Imigrasi Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis (15/3/2018) malam petugas imigrasi Bandara Soetta melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di Apartemen Green Park View, Kalideres, Jakarta Barat. Dari hasil pengawasan diamankan seorang warga negara Nigeria dengan inisial RCO (33). 

 "Hasil interogasi awal, diketahui bahwa dia (RCO) memiliki jaringan di Tangerang," ujar Kepala Imigrasi Bandara Soetta, Enang Syamsi, Jumat (16/3/2018).

 Dari hasil pengembangan kasus petugas imigrasi kembali mengamankan 3 orang Warga Negara Nigeria di Perumahan Omaha Village, Gading Serpong Tangerang Selatan. Mereka meringkus inisial MIO (32), PK (34), dan CCE (29).

Kemudian sekitar pukul 06.00 WIB kembali diamankan kembali 1 orang WN Nigeria dengan inisial FE (34 th) di Apartemen Green Park View. Dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa barang bukti berupa sejumlah laptop, perangkat wifi, dan handphone. 

 "Melalui penyelidikan diketahui kelompok tersebut melakukan upaya penipuan online dengan korban di beberapa negara. Modus yang dilakukan dengan mengaku sebagai tentara Amerika yang sedang melakukan tugas sebagai militer PBB dan memiliki sejumlah uang dalam jumlah banyak," ucapnya. 

 Kemudian kelompok tersebut meminta sejumlah uang kepada korban yang rata-rata berada di luar negeri untuk dapat menarik uang tersebut. Dan korban dijanjikan akan mendapat sejumlah uang. 

 "Saat ini kami masih berupaya mengumpulkan informasi dan keterangan terkait jaringan yang lebih besar," kata Enang.

 Bersamaan dengan pemeriksaan dan pengembangan kasus tersebut, petugas imigrasi juga mengamankan seorang WN Nigeria OJ (31) karena tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan dan izin tinggal yang sah dan masih berlaku. 

 Selain itu aparat turut mengamankan 2 orang WN Angola inisial BAG (21) dan RJ (17) yang telah melibihi masa izin tinggal di Indonesia lebih dari 3 tahun. Dua orang asing tersebut awalnya mengaku paspornya hilang, dan memiliki paspor baru.

"Setelah dilakukan pemeriksaan pada data perlintasan diketahui bahwa yang bersangkutan ternyata telah overstay dan ditemukan kembali paspor lama yang sebelumnya diakui hilang. Saat ini kedua orang tersebut ditempatkan di Ruang Detensi imigrasi Kantor imigrasi Kelas l Khusus Soekarno-Hatta," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved