DPR Minta Aparat Dalami Dugaan Permainan Bibit Bawang Putih

“Mabes Polri dan KPK harus mampu membongkar penyalahgunaan pemberian perizinan yang mungkin terjadi

DPR Minta Aparat Dalami Dugaan Permainan Bibit Bawang Putih
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ahmad Sahroni, politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Daerah Pilihan (Dapil) III DKI Jakarta saat berorasi di Cilincing. 

WARTA KOTA, JAKARTA- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku aparat penegak hukum mendalami dugaan permainan perizinan bibit bawang putih di Kementerian Pertanian.

Anggota Komisi III Ahmad Sahroni menegaskan kestabilan pangan termasuk pembibitan merupakan salah satu yang menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Tanpa adanya kestabilan pangan, berbagai gejolak dari masyarakat dapat bermunculan. Karenanya Sahroni menekankan pelanggaran hukum yang terjadi di sektor pangan harus diseriusi penegak hukum, baik Polri melalui KPK.

“Mabes Polri dan KPK harus mampu membongkar penyalahgunaan pemberian perizinan yang mungkin terjadi di lingkungan Kementerian Pertanian. Tangkap oknum yang ditemukan bermain, termasuk pejabatnya bila terbukti menyalahgunakan penberian izin impor,” tegas Sahroni, dalam keterangan persnya yang diterima, Jumat (16/3/2018).

Sahroni mengapresiasi dibongkarnya mafia penyelundupan bawang putih dengan modus bibit bawang putih oleh Kemendag.

Untum kesekian kali ketegasan Menteri Perdagangan patut diacungi jempol. "Walaupun dari para mafia yang diduga juga melibatkan oknum-oknum pemerintahan,” kata Sahroni.

Sebelumnya diberitakan berbagai media mengenai temuan Kemendag atas delapan kontainer atau kurang lebih 5 ton bawang putih impor ilegal. Impor bawang putih tersebut seharusnya untuk bibit, tetapi justru dijual ke pasar.

Direktur Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggriono Sutiarto memaparkan, Kementerian Perdagangan tengah menelusuri perizinan dan asal muasal hasil temuan bawang putih impor yang diduga ilegal dan tak memenuhi peraturan wajib administrasi.

"Kami sudah tarik 5 ton bawang putih ilegal dari Pasar Induk Kramat Jati. Ada delapan kontainer yang kami inventarisasi, yang masuk," terang Veri, Senin (12/3/2018) lalu.

Ia menduga, bawang putih impor ilegal tersebut telah didistribusikan dan menyebar ke berbagai kota lainnya baik di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatera.

Disebutkannya, hasil penelusuran diperoleh, importir tersebut terbukti memiliki izin impor bibit bawang putih dari Kementerian Pertanian sebanyak 300 ton. Jumlah ini menurutnya jauh lebih besar dari kebutuhan bibit yang diperlukan untuk menanam lahan sesuai kewajiban importir tersebut.

Menanggapi pernyataan parlemen, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto meyakinkan pihaknya akan mendalami temuan Kemendag atas penyalagunaan impor bibit bawang.

“Nanti saya perintahkan wakil satgas untukturun tangani selidiki kasus itu,” jaminnya.

“Kasus itu masih di dalami sama kemendag. Kalau ada unsur pidananya, saya perintahkan untuk diusut,” imbuhnya. 

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved