All England 2018

Praveen Jordan/Debby Susanto Ingin Hasil All England 2016 Terulang Kembali

Di babak kedua, Praveen/Debby akan menghadapi Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) yang mengalahkan Mikkel Mikkelsen/Mai Surrow (Denmark).

Praveen Jordan/Debby Susanto Ingin Hasil All England 2016 Terulang Kembali
badmintonindonesia.org
Praveen Jordan/Debby Susanto melangkah ke babak kedua di All England 2018 

WARTA KOTA.COM,BIRMINGHAM - Momen indah di All England 2016 ternyata masih membekas di ingatan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto.

Saat itu keduanya naik podium juara di kejuaraan tertua di dunia ini. 

Sekarang meskipun keduanya sudah dicerai sejak awal 2018, namun mereka mengaku masih klop di lapangan.

Di babak pertama All England 2018 BWF World Tour Super 1000, Praveen/Debby mengalahkan Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan), dengan skor 21-12, 21-19.

“Pertandingan tadi mengingatkan kenangan indah, banyak kenangan. Kami beberapa kali main di sini, sempat juara di sini, teringat lagi ke 2016, semoga bisa terulang lagi,” kata Praveen yang disambut tawa Debby.  

Debby yang sempat beberapa bulan tidak berpartenr dengan Praveen karena dipisah oleh pelatih mengaku ingin mendapatkan hasil terbaik.

“Nggak mungkin lupa, mau dipisahin setahun pun gak akan lupa sama cik Debby, apalagi cuma beberapa bulan saja,” jawab Praveen ketika ditanya soal kekompakannya dan Debby. 

Baca: Link Streaming Nonton Turnamen Bulu Tangkis All England 2018

Bicara soal permainan, Praveen/Debby mengaku mampu menjalankan strategi permainan dengan baik, meskipun mereka masih meraba-raba permainan lawan yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. 

“Memang sih kami baru berpasangan lagi, tapi tetap mau memberi yang terbaik. Siapa sih yang nggak mau juara di sini? Apalagi kami sudah tahu bagaimana rasanya juara di sini, masa nggak mau ulangi lagi, kami kan juga punya target pribadi,” sebut Praveen. 

Di babak kedua, Praveen/Debby akan menghadapi Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) yang mengalahkan Mikkel Mikkelsen/Mai Surrow (Denmark). 

"Menghadapi pemain Eropa sebenarnya jangan sampai terpancing ke permainan tetapi kadang mengganggu saja. Misalnya bola belum out sudah teriak duluan, kalau servis kami nggak difault, mereka protes. Ya harus lebih sabar lagi,” kata Praveen. 

“Kami harus waspada, tidak boleh lengah. Pemain Eropa ini main pola, mengikuti instruksi banget,” tambah Debby.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help