Melawan Petugas, Dua Pelaku Curanmor Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Belakangan diketahui Septia sudah 10 kali melakukan aksi curanmor di wilayah Pademangan, Jakarta Utara dan sekitar Jakarta Barat.

Melawan Petugas, Dua Pelaku Curanmor Dilumpuhkan dengan Timah Panas
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor, Septian (23), Heri Hermawan alias Gaung (38) dan Supardi (65) berhasil diringkus anggota Polsek Pademangan. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

WARTA KOTA, PADEMANGAN -- Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor, Septian (23), Heri Hermawan alias Gaung (38) dan Supardi (65) berhasil diringkus anggota Polsek Pademangan.

Bahkan dua nama pertama dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

“Kita tangkap Septia dulu, baru yang lain. Kita tangkap Selasa (13/5) kemarin,” ucap Kapolsek Pademangan, Kompol Sri Hartatik, Kamis (15/3).

Pengembangan kasus pun dilakukan dan tanpa menunggu lama.

Namun pada saat ingin menunjukan keberadaan Heru, tersangka lainnya, Septia malah melakukan perlawanan dengan menendang anggota, pada Rabu (14/3) lalu.

“Tersangka menyebutkan ada orang lain yang ikut memetik motor dalam jumlah besar. Namun terpaksa anggota melumpuhkan Septia dengan timah panas karena berusaha kabur. Kalau lepas kan, bisa mencuri motor lagi nanti,” katanya.

Belakangan diketahui Septia sudah 10 kali melakukan aksi curanmor di wilayah Pademangan, Jakarta Utara dan sekitar Jakarta Barat.

Modusnya, Septia bersama rekannya, yang masuk DPO, mengincar motor yang tidak dikunci stang.

“Mereka santai saja aksinya, mereka mengawasi, mengeksekusi dan membawa kabur motor ke Pasar Pecah Kulit, Tamansari, Jakarta Barat. Setelah itu langsung dijual oleh kedua tersangka. Satu motor ada yang dijual Rp 2-3 juta,” katanya.

Sementara itu Heri beraksi seorang diri saat mencuri motor dengan terlebih dahulu mengendarai motor untuk mencari target. Setelahnya Heri langsung menjebol rumah kunci dengan Kunci T.

“Sebelumnya, motor Heri diparkir di tempat yang aman agar tidak dicuri orang. Heri ini eksekutor, dia modal kunci T dan nyari target kesana kemari. Udah 20 motor yang dicuri dalam kurun waktu Agustus hingga November,” katanya.

Adapun Supardi berperan sebagai penadah motor-motor hasil curian para tersangka. Supardi menyalurkan sepeda motor hasil curian tersebut ke seseorang bernama Sulam di Madura.

“Jadi dia ini, menjual lagi ke Sulam lewat ekspedisi kereta. Harganya cuma beda Rp 200 ribu aja dari harga jual pemetik ke penadah,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku yakni puluhan kendaraan bermotor roda dua dan beberapa surat-surat seperti STNK dan BPKB. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved