Konser Musik Batavia Fanfare, Persembahan Percik untuk Betawi dan Benyamin Sueb

“Gelaran ini diharapkan dapat kembali mengangkat kebudayaan Betawi serta menghidupkan kembali nama dan karya almarhum Benyamin Sueb.."

Konser Musik Batavia Fanfare, Persembahan Percik untuk Betawi dan Benyamin Sueb
Warta Kota/Mochammad Dipa
KETUTA Umum Yayasan Gita Jaya Semesta Yayat S Soelaeman, Music Director Konser Musik Batavia Fanfare-Tribute to Benyamin Suaeb (KMBFTB) sekaligus Wakil Direktur Dikdasmen Yayasan Perguruan Cikini Hari Poerwanto, Ketua Panitia Konser Musik Merwyn Nainggolan, dan Direktur Dikdasmen Yayasan Perguruan Cikini Susiyanto, usai jumpa pers tentang Musik Batavia Fanfare-Tribute to Benyamin Suaeb di Yayasan Perguruan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018). 

WARTA KOTA, MENTENG  --- Siapa yang tak kenal dengan nama besar legenda seni betawi, Benyamin Sueb. Ia merupakan legenda di dunia perfilman dan seni tarik suara Indonesia. Karya-karyanya tak lekang oleh zaman dan masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Misalnya lagu Hujan Gerimis dan Kompor Meleduk.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengenangnya? Untuk pertama kalinya Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Perguruan Cikini (Percik) berkerja sama dengan Yayasan Gita Jaya Semesta akan menggelar Konser Musik Batavia Fanfare-Tribute to Benyamin Suaeb (KMBFTB). Acara ini bakal digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 18 April 2018, pukul 19.30-22.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta.

Ketua Pelaksana Pertunjukkan KMBFTB, Merwyn Nainggolan, mengatakan, acara ini terselenggara untuk mewujudkan keinginan Yayasan Gita Jaya Semesta, para pencinta kebudayaan Betawi, dan penggemar Benyamin Sueb untuk menghadirkan pertunjukkan berkelas yang mengangkat kembali kebudyaan Betawi.

“Gelaran ini diharapkan dapat kembali mengangkat kebudayaan Betawi dan menghidupkan kembali nama almarhum Benyamin Sueb serta karya-karyanya agar tidak dilupakan,” ungkap Merwyn di sela-sela jumpa pers rencana pertunjukkan Musik Batavia Fanfare-Tribute to Benyamin Suaeb di Yayasan Perguruan Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Lebih lanjut dikatakan, sosok Benyamin Sueb dinilai sebagai sosok yang tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan Betawi. "Semoga acara ini dapat berjalan dengan baik dan tidak mengecewakan para komunitas Benyamin di Jakarta," tuturnya.

Nantinya, kata Merwyn, pagelaran ini akan terbuka bagi siapapun yang berminat untuk mengenal dan mengenang kebudayan Betawi dan sosok Benyamin Sueb. Tidak ada sistem pembelian tiket yang harus dilakukan oleh para penonton dan mereka hanya perlu meminta undangan dari pihak penyelenggara. Adapun undangan yang akan disebar sebanyak 400 undangan.

“Kami tidak menjual tiket, tapi sistemnya kami jual undangan melalui media sosial. Bagi yang minat nonton, bisa ambil undangannya ke panitia. Undangannya juga bersifat donasi. Kelas Tribun harganya Rp 150.000 yang balkon harganya Rp 250.000,” ungkap Merwyn.

Manjakan Penonton

Sementara itu, Music Director KMBFTB, Hari Poerwanto mengatakan konser yang akan berjalan selama dua jam ini diramu spesial. Semua unsur yang terdiri dari musik tradisi sampai kekinian, dijamin bisa memanjakan telinga para penonton yang datang.

“Berdasarkan tema,nanti kita akan membagi konsep pertunjukan menjadi tiga bagian. Yaitu, tradisi, kolaborasi, dan kekinian. Untuk tradisi, kami sengaja memberikan sajian gambang kromong dengan pakem asli dari Betawi, dan tidak ada yang kami ubah. Untuk kolaborasi, kami menggabungkan musik orkestra dan gambang kromong. Kemudian sentuhan kekinian juga turut dihadirkan, untuk menambah warna dalam pagelaran ini. Dijamin penonton tak akan bosan,” terangnya.

Beberapa lagu yang nantinya akan di bawakan antara lain adalah, lagu-lagu asli Betawi seperti Kicir-Kicir, Surilang, Sirih Kuning, Jali-Jali, dan termasuk juga konten lagu mainan anak-anak, Kakak Mia. Lagu-lagu ciptaan maestro, Ismail Marzuki juga akan digarap dengan atmosfer Betawi. Sedangkan lagu khas Benyamin Sueb pun tidak akan ketinggalan, seperti Kompor Meleduk, Hujan Gerimis, Penganten Sunat, dan lain-lain.

Untuk pengisi acara KMBFTB akan melibatkan kurang lebih sebanyak 200 penampil yang terdiri dari, siswa-siswi Yayasan Perguruan Cikini mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai tingkat SMK. Beberapa artis yang juga merupakan alumni Yayasan Perguruan Cikini juga terlibat dalam acara KMBFTB. Di antaranya adalah, WizzyWillianan, Aby Ghalabby, Putri Marlin dan masih banyak lagi. Selain itu, panitia juga melibatkan kelompok paduan suara dari Bentara Muda Choir. 

Tak Ada Kata Terlambat

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Steven Setiabudi Musa, mengatakan pagelaran KMBFTB bisa kembali menumbuhkan rasa cinta masyarakat kepada budaya Betawi di era modern saat ini.

Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk melestarikan budaya dan kesenian Betawi. Berbagai gerakkan nyata pun bisa dilakukan oleh semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, para tokoh budayawan, pelaku seni atau masyarakat mulai saat ini.

“Saya sangat mengapresiasi apabila ada perseorangan atau lembaga yang telah bergerak nyata melakukan aksi-aksi pengembangan dan pelestarian seni budaya Betawi. Termasuk mengumandangkan kembali gambang kromong dan lagu-lagu Benyamin S,” tuturnya. 

Konser Musik Batavia Fanfare-Tribute to Benyamin Suaeb (KMBFTB)

·         Tanggal: Rabu, 18 April 2018

·         Pukul: 19.30-22.00 WIB

·         Tempat:  Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help