Inggris Usir 23 Diplomat Rusia sebagai Buntut Penggunaan Racun Saraf untuk Menghabisi Agen Rahasia

Bekas mata-mata bernama Sergei Skripal, 66, dan putrinya, Yulia, 33, ditemukan tidak sadar di bangku di kota Salisbury pada 4 Maret.

Inggris Usir 23 Diplomat Rusia sebagai Buntut Penggunaan Racun Saraf untuk Menghabisi Agen Rahasia
Daily Mirror
Litvinenko tewas diracun kemudian serangan dilakukan pada bekas mata-mata bernama Sergei Skripal dan putrinya, Yulia dengan menggunakan Novichok, racun saraf kelas militer. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Inggris akan mengusir 23 diplomat Rusia sebagai tindakan atas serangan racun saraf terhadap seorang bekas agen ganda Rusia di Inggris selatan, kata Perdana Menteri Theresa May pada Rabu (14/3/2018).

PM Inggris menambahkan bahwa tindakan tersebut adalah pengusiran terbesar dalam satu perkara dalam 30 tahun belakangan.

Theresa May mengatakan kepada parlemen bahwa Inggris juga akan membekukan harta Rusia di mana pun bukti ancaman ditemukan. Inggris juga akan menurunkan tingkat kesertaannya pada Piala Dunia sepak bola pada musim panas ini.

Bekas mata-mata bernama Sergei Skripal, 66, dan putrinya, Yulia, 33, ditemukan tidak sadar di bangku di kota Salisbury pada 4 Maret.

Mereka masih berada di rumah sakit dalam keadaan kritis.

May mengatakan, kedua orang itu diserang dengan menggunakan Novichok, yaitu racun saraf kelas militer pada masa Soviet.

PM Inggris, Theresa May
PM Inggris, Theresa May (Antaranews)

Ia sebelumnya telah meminta Moskow untuk menjelaskan apakah Rusia bertanggung jawab atas serangan itu atau kah telah kehilangan kendali atas persediaan bahan beracun yang sangat berbahaya itu.

Rusia telah menyatakan tidak terlibat sementara May mengatakan kepada parlemen Inggris bahwa Moskow tidak memberikan penjelasan yang bisa dipercaya soal serangan tersebut.

"Tidak ada kesimpulan alternatif, selain bahwa negara Rusia bersalah dalam percobaan pembunuhan terhadap Bapak Skripal dan putrinya, dan karena mengancam nyawa para warga sipil Inggris lainnya di Salisbury," katanya.

"Kejadian itu menunjukkan penggunaan kekuatan secara tidak sah oleh negara Rusia terhadap Kerajaan Inggris," katanya.

May mengatakan pengusiran terhadap 23 diplomat Rusia, yang diketahui sebagai petugas intelijen, yang tidak diungkapkan, adalah pengusiran terbesar terkait satu peristiwa dalam 30 tahun terakhir ini dan akan menurunkan kekuatan intelijen Rusia di Inggris untuk tahun-tahun mendatang.

"Kita akan membekukan aset-aset negara Rusia di mana pun kita temukan bukti bahwa (aset-aset) itu kemungkinan digunakan untuk mengancam nyawa atau properti warga negara atau penduduk Kerajaan Inggris," kata May.

Ia mengatakan, tidak ada menteri atau anggota kerajaan akan menghadiri Piala Dunia di Rusia.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help