PT Jalantol Lingkarluar Jakarta Bantah Berangus Serikat Pekerja

PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) membantah tudingan karyawannya sendiri atas dugaan memberangus serikat pekerja.

PT Jalantol Lingkarluar Jakarta Bantah Berangus Serikat Pekerja
istimewa
PT JLJ

WARTA KOTA, BEKASI---PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) membantah tudingan karyawannya sendiri atas dugaan memberangus serikat pekerja (union busting).

Anak perusahaan dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk. ini menyebut surat peringatan satu dan dua (SP-1 dan SP-2) yang dilayangkan kepada karyawannya, Mirah Sumirat, karena tindakan indisipliner.

"Surat peringatan diberikan karena saudari Mirah Sumirat terbukti melakukan pelanggaran dengan meninggalkan pekerjaan di waktu, hari, dan jam kerja tanpa izin perusahaan," kata M John Girsang, kuasa hukum PT JLJ, di Kantor JLJ, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (14/3/2018).

Baca: PT JLJ Siap Perbaiki Mobil Kartika Dewi yang Terjebak Banjir di Tol JORR

Pernyataan John menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mirah Sumirat bersama pengacaranya Eggy Sudjana ke Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

Mereka melaporkan JLJ ke polisi karena Mirah merasa dikriminalisasi dan melihat ada upaya pemutusan hubungan kerja.

"Tuduhan yang dilayangkan itu tidak benar, sampai saat ini saudari Mirah masih tercatat sebagai karyawan JLJ," kata John.

Menurut John, SP dilayangkan ini untuk menghindari timbulnya preseden buruk di lingkungan perusahaan.

Bahkan sanksi yang diberikan ini dalam rangka membina karyawan agar menjadi lebih disiplin, serta patuh terhadap seluruh ketentuan waktu, jam dan hari kerja.

"Kesepakatan ini sudah tertuang di perjanjian kerja bersama (PKB)," kata John.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved