Home »

News

» Jakarta

Pengedar Ini Simpan Barang Haram Lewat Anak di Bawah Umur

"Para pelaku dikendalikan seorang narapidana di Lapas Tangerang berinisial JB. Narkoba jenis baru ini berawal dari kerjasama Novi dan JB.."

Pengedar Ini Simpan Barang Haram Lewat Anak di Bawah Umur
Istimewa
ILUSTRASI Pengedar sabu ditangkap 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pihak dari Tim Sat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menciduk empat pelaku yang dua di antaranya diketahui pasangan suami istri (pasutri), yakni Novi (28) dan Yudi Yuswandi (40), serta kedua rekan Yudi, Tarmizi Sulaiman (42) dan serta Rinaldy (35), di lokasi yang berbeda Jumat (9/3/2018), lalu.

Para pelaku pengedar narkotika jenis sabu dan jenis baru, berbentuk kapsul 'Pentilon', disimpan ke keponakan salah seorang pelaku, yang masih di bawah umur.

"Selama dua tahun, pasutri serta dua rekannya mengedarkan sabu dan narkotika jenis baru di Jakarta Barat. Di kasus ini, para pelaku itu juga menyembunyikan barang haram ini ke seorang anak yang masih di bawah umur. Anak ini, ialah keponakan Yudi dan Novi yang rumahnya di Jalan Kayu Manis VII nomor 30, RT 008/007, di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur," terang Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, Rabu (14/3/2018).

Dijelaskan lebih lanjut, narkoba jenis baru berbentuk kapsul berwarna putih kuning itu, disimpan bersama-sama dengan sabu ratusan gram lainnya. Para pelaku ini diketahui sudah sekitar dua tahun mengedarkan sabu dan pentilon tersebut ke wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

"Pasutri (Novi dan Yudi), serta kedua rekannya (Tarmizi dan Rinaldy) dua tahun telah edarkan barang haram itu. Disimpan di lemari rumah si pasutri lewat keponakannya di bawah umur itu, membuat mereka bebas mengedar. Tak hanya itu, para pelaku juga dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Tangerang, berinisial JB. Narkoba jenis baru ini, awalnya ada kerjasama antara Novi dan JB untuk edarin narkoba jenis baru tersebut," jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain 400 gram sabu atau tiga paket, tiga ponsel serta dua kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), hingga 40 kapsul pentilon. Diketahui, narkotika jenis baru sejumlah 40 kapsul, sebelumya ada 350 kapsul.

"Jadi sebelumnya ada 350 kapsul, dan tersisa 40 kapsul. Sementara, ratusan kapsul lainnya telah diantar oleh rekan JB yang kini masuk di Daftar Pecarian Orang (DPO), ke Jakarta Timur tepatnya di kawasan Pulomas. Rekannya JB ini berinisial HR. Kasus ini, masih dikembangkan," paparnya. 

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help