Ini Lima Syarat Satu Hati PPP untuk Calon Wakil Jokowi

Lima partai peserta pemilu yang kini berada di parlemen, telah mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon presiden.

Ini Lima Syarat Satu Hati PPP untuk Calon Wakil Jokowi
Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Suasana makan siang Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/206). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Lima partai peserta pemilu yang kini berada di parlemen, telah mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon presiden. Jokowi dikabarkan telah membentuk tim untuk menjaring calon wakil presiden di 2019.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengatakan, sebagai partai pendukung Jokowi, pihaknya telah menyampaikan usulan syarat cawapres. Syarat tersebut ia berikan nama 'lima syarat satu hati'.

‎"Kita mengerucut pada apa yang saya istilahkan sebagai syarat dari PPP, yaitu 5 syarat dan 1 hati,"ujar Rommy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Baca: PPP Sempat Ajukan Maruf Amin Sebagai Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

Pertama, kata Rommy, Jokowi membutuhkan wakil yang dapat merefleksikan pasangan nasionalis-agamis, seperti pasangan sebelumnya, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

‎"Kan narasi besar NKRI terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu nasioanlis dan agamis. Itu pun selalu terefleksikan di dalam pemimpin-pemimpin nasional kita sejak zaman Bung Karno-Hatta, kemudian Gus Dur-Mega, Mega-Hamzah, SBY-JK, dan sekarang Jokowi-JK," tuturnya.

Kedua, menurut Rommy, Jokowi memerlukan wakil yang sensitif terhadap masalah kaum milenial. Apalagi, jumlah kaum milenial yang menjadi pemilih dalam Pemilu 2019 mendatang mencapai 40 persen.

Baca: Gelar Polling di Twitter, Fadli Zon: Itu Artinya Pertanda

"Ketiga, kita lihat butuh pendamping yang memiliki kompetensi intelektual. Jadi, artinya sudah harus memiliki pengalaman. Jadi kita enggak mau dia datang dari ujuk-ujuk, antah-berantah, kemudian jadi pemimpin nasional. Harus punya pengalaman, apakah di legislatif, eksektutif, atau keduanya," paparnya.

Keempat, menurut Rommy, Jokowi perlu mencari wakil yang dapat mengurangi tudingan jauh dari kaum Islam. Kelima, Jokowi harus mencari wakilnya yang dapat bekerja seirama.

‎"Kemudian terakhir yang saya sebut sebagai satu hati itu, adalah jika ada orang yang memenuhi tapi Pak Jokowi enggak mau, bagaimana? Artinya ini soal kecocokan, kebiasaan, dan apakah beliau satu hati atau tidak dengan orang tersebut," jelasnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved