Home »

News

» Jakarta

Pendapatan Menurun, Pengemudi Taksi Online Dukung Pembatasan Armada

"Biasanya kami para driver menunggu customer hanya 5 sampai 10 menit, sekrang jadi lebih lama, karena terlalu banyak driver,"

Pendapatan Menurun, Pengemudi Taksi Online Dukung Pembatasan Armada
Warta Kota/Andika Panduwinata
Transportasi taksi online di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang mulai Senin (23/10/2017) ini diresmikan. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Ketua Umum Perkumpulan Armada Sewa (PAS) Indonesia Sulistyo Raharjo menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menerapkan moratorium pembatasan jumlah pengemudi taksi online.

Sulistyo mengungkapkan seharusnya pihak aplikator terhitung sejak tanggal 1 November 2017 melakukan penghentian perekrutan pengemudi baru.

"Dalam peraturan PM 108 Tahun 2017 sendiri sudah ada pembatasan kuota dalam artian pihak aplikator memang diminta untuk menghentikan perekrutan. Karena, karena supply dan demand sudah tidak seimbang," kata Sulistyo saat dikonfirmasi, Selasa (13/3).

Namun hal itu tidak dilaksanakan penyedia jasa layanan transportasi berbasis daring tersebut.

Alhasil, terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yang menyebabkan pendapatan para pengemudi menurun secara perlahan.

"Biasanya kami para driver menunggu customer hanya 5 sampai 10 menit, sekrang jadi lebih lama, karena terlalu banyak driver. Karena aplikator hampir setiap hari menerima driver baru," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, terus bertambahnya jumlah armada taksi online akan membuat persaingan tidak sehat.

Budi juga yang menyatakan bahwa setelah pemerintah menetapkan kuota dan moratorium, jumlah taksi online di daerah-daerah justru bertambah.

Kementerian Perhubungan hingga kemarin telah menerima 15 Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait kuota taksi online yang ideal di masing-masing daerah.

Di antaranya Jabodetabek 36.510 unit, Jawa Barat 15.418, Jawa Tengah 4.935, Jawa Timur 4.445, Aceh 748, Sumatera Barat 400, Sumatera Utara 3.500, Sumatera Selatan 1.700, Lampung 8.000, Bali 7.500, Sulawesi Utara 997, Sulawesi Selatan 7.000, Kalimantan Timur 1.000, DI Yogyakarta 400 dan Riau 400 unit. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help