Home »

News

» Jakarta

Pedagang Bunga Rawa Belong Kesal Satpol PP Biarkan PKL Jualan di Trotoar

Sehingga, kata Iyan, sejumlah pengunjung atau pembeli tanaman dan bunga, sulit masuk dan parkir di pasar tersebut.

Pedagang Bunga Rawa Belong Kesal Satpol PP Biarkan PKL Jualan di Trotoar
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pedagang kaki lima yang memenuhi pinggir jalan kawasan pasar bunga Rawabelong, Kamis (1/3). 

WARTA KOTA, KEBON JERUK - Keberadaan ratusan pedagang kaki lima (PKL) serta pedagang bunga liar di bibir Jalan Sulaiman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, membuat para pedagang bunga resmi di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, makin gondok.

Menurut pedagang, pihak kelurahan, kecamatan, serta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tutup mata dan enggan menertibkan para PKL yang berjualan pada malam hari.

Iyan (31), pedagang yang sudah empat tahun berjualan di Pasar Bunga Rawa Belong, kesal dengan makin maraknya PKL dan sejumlah pedagang bunga di trotoar.

Baca: Fahri Hamzah Pilih Setia, Ini Tanggapan PKS

Sehingga, kata Iyan, sejumlah pengunjung atau pembeli tanaman dan bunga, sulit masuk dan parkir di pasar tersebut. Keberadaan pedagang yang beraktivitas pada malam hari di trotoar, juga membuat arus lalu lintas di Jalan Sulaiman sering macet.

"Kalau malam hari mirip pasar tradisional. Jadi PKL dan pedagang bunga lain, kalau saya sebut rada enggak tahu diri. Dagangannya pun dijajakan di trotoar, dan bisa menarik perhatian orang agar jajan di pinggir jalan," tutur Iyan kepada Warta Kota, Selasa (13/3/2018).

"Berdampak, di Jalan Sulaiman jadi macet. Sulit gerak, baik itu motor, mobil, macet. Imbasnya ke kami juga ya. Ratusan calon pengunjung atau pembeli bunga enggan masuk ke dalam Pasar Bunga Rawa Belong," sambungnya.

Baca: Jusuf Kalla: Anda Boleh Kritik Presiden Habis-habisan, Cuma Jangan Menghina

Iyan mempertanyakan keberadaan pihak kelurahan, kecamatan, hingga Satpol PP Jakarta Barat. Menurutnya, hampir tiap malam PKL dan pedagang bunga tak resmi di wilayah Pasar Bunga Rawa Belong, dibiarkan bebas berjualan di trotoar setiap malam hari.

"Bingung saya dengan pihak kelurahan dengan kecamatan, khususnya Satpol PP. Mereka juga cek keberadaan PKL dan pedagang bunga liar di trotoar di sepanjang Jalan Sulaiman, cuma pagi, siang, dan sore hari. Coba cek malam hari di jam-jam pulang kerja, jam tujuh malam atau sembilan malam. Itu ramainya mereka ya jam-jam segitu. Kenapa enggak ditegur? Mereka ini (pemerintah) ke mana?" papar Iyan kesal.

Parkir liar pun menjadi masalah utama dan berlarut-larut di Jalan Sulaiman, seperti diutarakan Suroto (31), pedagang bunga mawar di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong.

Baca: Dipolisikan SBY, Firman Wijaya: Hari Ini Saya Bela Setya Novanto, Besok yang Lain

"Parkir liar yang juru parkirnya tukang malak di pedagang Pasar Bunga Rawa Belong. Sengaja sepertinya Dishub pelihara juru parkir kayak gitu ya. Kalau pun betul mereka juru parkir resmi dari pemerintah, pastinya bersih tuh Jalan Sulaiman dari kendaraan yang parkir di pinggir jalan," paparnya.

"Berderet mobil motor di pinggiran jalan kalau malam hari. Keberadaan mobil dan motor markir pinggir jalan itu ya membuat pelanggan saya jadi malas datang langsung ke Pasar Bunga Rawa Belong," tambah Suroto. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help