Home »

News

» Jakarta

Meski Berada di Dalam Sel Lapas, Pria ini Berhasil Curi 27 Mobil

Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pencurian spesialis Toyota Avanza.

Meski Berada di Dalam Sel Lapas, Pria ini Berhasil Curi 27 Mobil
Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) menangkap tiga pelaku pencurian spesialis Toyota Avanza.

Bahkan salah satunya, sebagai otak dari pencurian tersebut sedang menjalani hukuman di Lapas Tangerang atas kasus yang sama.

“Kami tangkap tiga pelaku, yaitu RH (32) berperan sebagai kapten, lalu HS (48) sebagai perantara penadah, dan UT sebagai pengendali, perantara, dan penadah yang merupakan napi LP Tangerang,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya ketika dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi bahwa ada seseorang bernama Hendri di daerah Pondok Gede menerima mobil hasil pencurian.

Dimana Yohandi (40) saat itu menjadi korban pencurian mobil miliknya, Toyota Avanza putih B 1279 PRB pada 26 Februari 2018 lalu. Yaitu di Jalan Peninggaran Timur II/11 RT 05/09 Kebayoranlama, Jakarta Selatan.

Lalu anggota langsung melakukan penyamaran dan berhasil menangkap pelaku. Setelah diinterograsi, ditemukaan nomor ponsel yang diduga pelaku pencurian.

“Lalu tim bergerak ke Indramayu, Jabar dan berhasil menangkap Radi alias Delot. Peaku menjelaskan ke penyidik telah berulang kali melakukan pencurian bersama Udin dan Dengil yang masih dalam pengejaran,” katanya.

Dalam melakukan aksinya, pelaku membagi peran masing-masing.

“Yaitu RH terlebih dahulu masuk ke kolong mobil untuk memutus kabel yang tersambung ke aki untuk mematikan alarm. Kemudian membuka kap mesin menggunakan kunci letter T,” kata Argo.

Selanjutnya menjebol lubang kunci kontak dengan menggunakan bor listrik. Lalu menghidupkan mesin dengan menggunakan kunci kontak yang sudah disiapkan,” katanya.

Kemudian, mobil tersebut dijual kepada penadah dengan harga Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

“Sindikat curanmor ini dikendalikan oleh tersangka UT yang saat ini sedang menjalani hukuman dengan kasus yang sama di LP Tangerang. Pengakuan para tersangka telah melakukan curanmor roda empat di 27 TKP dengan terbanyak di Jakarta Selatan,” jelasnya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help