Home »

News

» Jakarta

Meriahnya PKL Pasar Induk Kramatjati, Gerobak Hingga Memakan Badan Jalan

Antrean kendaraan yang sudah terlihat sejak menuruni jalan layang Pasar Rebo itu mencapai puncaknya di sekitar Pasar Induk Kramatjati.

Meriahnya PKL Pasar Induk Kramatjati, Gerobak Hingga Memakan Badan Jalan
Warta Kota/Dwi Rizki
PKL di Jalan Raya Bogor, tepatnya depan Pasar Induk Kramatjati, Kramatjati, Jakarta Timur, membuat arus lalu lintas tersendat. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI---Seiring dengan semakin siangnya hari, lalu lintas di Jalan Raya Bogor, tepatnya depan Pasar Induk Kramatjati, Kramatjati, Jakarta Timur semakin padat.

Pengendara bermotor terlihat antre rapat, melintas pelan lantaran sebagian lajur jalan digunakan pedagang kaki lima (PKL) sebagai lapak berjualan.

Pemandangan tidak menyenangkan itu kembali terulang pada Selasa (13/3/2018) pagi.

Warta Kota yang berkendara dari arah Pasar Rebo menuju Cililitan kembali terjebak macet karena ramainya aktivitas PKL yang tersebar mulai dari seberang Rumah Sakit Harapan Bunda hingga depan Mapolsek Ciracas.

Antrean kendaraan yang sudah terlihat sejak menuruni jalan layang Pasar Rebo itu mencapai puncaknya di sekitar Pasar Induk Kramatjati.

Kendaraan yang menuju Cililitan berjalan pelan karena di antara jejeran lapak PKL, putaran arah serta ramainya kendaraan dari ataupun menuju Pasar Induk Kramatjati turut menyita waktu para pengendara.

Baca: Anies Baswedan Bakal Pindahkan PKL dari Trotoar Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin

Seperti halnya Iman Sudrajat (36), pengendara sepeda motor Yamaha Mio. Warga Jalan Pembina I RT 01 RW 02 Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, itu terpaksa mengambil sisi tengah jalan, meliuk-liuk menghindari jepitan antrean mobil yang semakin rapat.

Walau berbahaya, aksi tersebut katanya sengaja dilakukan untuk keluar dari kemacetan.

Baca: Loksem PKL Dapat Dihapus atau Dibongkar Jika Tempat Itu Dikembalikan Fungsi Seperti Semula

Padahal apabila lapak berjualan hilang, pengendara sepeda motor dapat melenggang bebas meninggalkan antrean mobil jauh di belakang.

"Bukan cuma sembarangan jualan, pedagangnya makin mangkak (besar kepala), bukan cuma bikin sempit jalan, gerobaknya juga malah dipalangin di pinggir jalan," katanya ditemui di sebuah warung kopi di Simpang HEK, tidak jauh dari Pasar Induk Kramatjati.

Mantan surveyor perusahaan penjamin kredit yang kini banting stir menjadi wirausaha itu berharap agar Satpol PP Jakarta Timur dapat menertibkan barisan lapak PKL.

Bukan hanya memicu kemacetan, sepanjang jalan juga menjadi kotor sisa kulit buah.

"Itu (PKL) bukan orang dekat-dekat sini, orang luar Jakarta, jadinya sembarangan. Bukan bilang semuanya (pendatang) sama, tapi memang begitu kenyataannya. Ayo dong ditertibin, setiap hari macet-bikin susah orang," katanya kesal.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help