Mayoritas Pengemudi Taksi Online Sengaja Kredit Mobil

Pemerintah sedang mengkaji moratorium pembatasan jumlah armada taksi online untuk mencegah risiko kredit macet dari cicilan kredit kendaraan.

Mayoritas Pengemudi Taksi Online Sengaja Kredit Mobil
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ribuan driver taksi online seluruh wilayah Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Pemerintah sedang mengkaji moratorium pembatasan jumlah armada taksi online. Salah satu hal yang mendasari rencana tersebut yakni untuk mencegah risiko kredit macet dari cicilan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Ketua Umum Perkumpulan Armada Sewa (PAS) Indonesia Sulistyo Raharjo mengakui bahwa mayoritas pengemudi taksi online sengaja mengkredit mobil lantaran tergiur mendapatkan keuntungan dengan cara bergabung menjadi mitra.

"Iya benar, karena dulu kan teman-teman tertarik jadi mitra sebelum banyak yang jadi driver. Tapi sekarang kan sudah menjamur. Mayoritas dari kami memang menyicil mobil untuk sengaja bekerja taksi online," kata Sulistyo saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Baca: Satpol PP Depok Turunkan Kabel Udara di Jalan Margonda

Lantaran saat ini terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, banyak pengemudi yang terpaksa merelakan mobilnya diambil oleh dealer lantaran tak sanggup membayar tunggakan.

"Di PAS Indonesia sendiri saya menemukan ada 10 orang yang mobilnya ditarik dealer karena gak mampu bayar cicilan," ungkapnya.

Hal lain yang menyebabkan semakin menurunnya penghasilan para pengemudi yakni kebijakan aplikator yang dinilainya merugikan bagi para mitra.

"Selain itu, aplikator juga menetapkan kebijakan yang merugikan kami. Misalnya kalau customer membatalkan trip-nya, persyaratan kami untuk mendapatkan bonus jadinya berkurang. Pendapatan kami pun semakin kecil," kata Sulistyo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan latar belakang alasan pemerintah menerapkan moratorium supir taksi online.

Luhut mengatakan pemerintah mengambil keputusan dengan mempertimbangkan saran dari beberapa pihak, salah satunya perbankan.

Luhut menjelaskan kebijakan ini diambil untuk mencegah risiko kredit macet dari cicilan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Namun, Luhut tak menyebutkan lebih detail bank mana yang telah memberikan masukan kepada pemerintah

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help