Home »

News

» Jakarta

Berita Heboh

Ketika Agen FBI Amerika Sampai Datang ke Jakarta Karena Ulah Mahasiswa Surabaya

Agen FBI mendadak meminta bantuan Polda Metro Jaya,beberapa waktu lalu. Penyebabnya sekelompok orang di Indonesia meresahkan Amerika Serikat.

Ketika Agen FBI Amerika Sampai Datang ke Jakarta Karena Ulah Mahasiswa Surabaya
Istimewa
ILUSTRASI Hacker 

WARTA KOTA, SEMANGGI --  Agen IC3 (Internet Crime Complaint Center) Federal Bureau of Investigation (FBI) yang merupakan badan investigasi utama Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mendadak meminta bantuan Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

FBI menemukan data sekelompok orang di Indonesia telah meretas di 40 negara dan 3.000 sistem elektronik telah diretas. 

Polda Metro Jaya dan FBI kemudian melakukan penyelidikan bersama sampai diketahui para peretas berada di surabaya. 

Tiga peretas 600 situs di 40 negara ternyata mahasiswa IT di salah satu kampus di Surabaya, Jawa Timur. Mereka mendapat julukan "Surabaya Black Hat".

Baca: FBI dan Polda Metro Jaya Tangkap Dua Peretas Komputer di Surabaya

Baca: Peretas Situs Dewan Pers dan Kejaksaan Agung Pegawai Laundry Lulusan SMP

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, jaringan peretas ini beranggotakan 600-700 orang yang tersebar di sejumlah daerah. Namun, pihak kepolisian baru menangkap tiga orang.

"Jadi, targetnya memang ada enam orang (tersangka) utama, tapi kemarin hanya menangkap tiga. Inisialnya NA, ATP, dan KPS. Tiga-tiganya ini umurnya sekitar 21 tahun dan berstatus mahasiswa di bidang IT," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).

Menurut Argo, enam orang yang diincar merupakan tersangka utama. Selain meretas situs luar negeri, mereka juga meretas beberapa perusahaan yang ada di Indonesia.

Atas perbuatannya, mereka akan dijerat dengan Pasal 30 jo 46 dan atau Pasal 29 jo 45B dan atau 32 Jo Pasal 48 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukumannya 8 tahun hingga 12 tahun penjara.

Argo mengatakan, penangkapan tiga pelaku bermula dari kerja sama Polda Metro Jaya dengan Internet Crime Complaint Center (IC3) dari Biro Investigasi Federal AS (FBI) yang merupakan badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ).

"Jadi, di Amerika sana ada data bahwa ada peretasan sistem elektronik yang dilakuakan oleh sekelompok orang di Indonesia. Jadi kelompok itu sudah meretas 40 negara dan ada 3.000 sistem elektronik yang diretas," ujarnya.

Setelah dilakukan analisis dan evaluasi, Polda Metro menemukan adanya kelompok peretas di daerah Surabaya, Jawa Timur.

Kepada polisi, tersangka berinisial KPS mengaku sebagai pendiri SBH yang telah melakukan peretasan terhadap kurang lebih 600 situs di dalam dan luar Indonesia.(Sherly Puspita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hacker" yang Retas 600 Situs di 40 Negara Ternyata Mahasiswa IT Jaringan "Surabaya Black Hat".

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help