Kapok PHP, Yusril Akan Berjuang Sendiri Menjadi Capres

etua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra tidak mau lagi terlalu berharap kepada partai politik lain.

Kapok PHP, Yusril Akan Berjuang Sendiri Menjadi Capres
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018). 

WARTA KOTA, PASARMINGGU-Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tidak mau lagi terlalu berharap kepada partai politik lain dalam mewujudkan niatnya maju dalam konstelasi pemilihan presiden.

Ia mengaku kapok berkali-kali diberikan harapan palsu  padahal ia sudah bersungguh-sungguh menjalankan sejumlah syarat dari partai-partai itu.

"Berkaca dari pengalaman, mungkin saya mulai berpikir agar sebaiknya berjuang sendiri. Pada Pilpres yang pernah digelar, saya mengalah kepada Gusdur padahal saat itu peluang saya sangat kuat," kata Yusril ditemui di sela syukuran bersama ratusan anak yatim di Masjid Ikhwanul Muslimin, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

"Kemudian pada Pilkada DKI lalu, saya bertemu dengan enam petinggi partai dan mereka mengatakan akan mendukung kandidat yang elektabilitasnya kuat. Tapi saat elektabilitas saya tinggi, mereka buat keputusan lain. Ada ketakutan dari berbagai pihak jika saya ikut Pilkada dan menang. Tapi saya pahami bahwa beginilah politik," imbuh Yusril.

Yusril akan berjuang melalui kendaraan Partai Bulan Bintang yang disebutnya.

Saat ini, ia mengatakan, seluruh pengurus dan kader PBB sudah mulai berjuang untuk membesarkan partai dan meraup suara signifikan pada pemilu 2019 nanti.

"Mudah-mudahan kali ini PBB akan menjelma menjadi sebuah parpol besar sehingga bisa ikut aktif memperjuangkan hak-hak rakyat melalui parlemen," kata dia.

Di kesempatan sama Yusril juga menyoroti soal dugaan adanya upaya membuat pilpes 2019 hanya diikuti oleh calon tunggal.

"Kalau saya lihat arahnya ke sana. Tapi mudah-mudahan tidak terjadi yang namanya calon tunggal itu. Minimal dua pasang atau bahkan tiga pasang agar tercipta suasana demokratis," ujarnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved