Ganjil Genap

Jumlah Kendaraan yang Dihalau di Gerbang Tol Saat Ganjil Genap Menurun

Pengendara berpelat genap pada Selasa pagi, otomatis beralih ke jalur arteri atau menaiki angkutan umum berupa bus Transjabodetabek menuju Jakarta.

Jumlah Kendaraan yang Dihalau di Gerbang Tol Saat Ganjil Genap Menurun
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Jumlah kendaraan golongan I yang berputar balik di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur selama pelaksanaan pelat ganjil-genap, mencapai 253 unit pada Senin (12/3/2018) pagi. 

WARTA KOTA, BEKASI - Jumlah kendaraan golongan I yang hendak masuk ke gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur di ruas Jakarta-Cikampek (Japek), masih berada di kisaran ratusan unit, Selasa (13/3/2018) pagi.

Berdasarkan data dari Jasa Marga cabang Japek, jumlah kendaraan yang dihalau saat penerapan pelat ganjil genap mulai pukul 06.00-09.00 di kedua gerbang itu, mencapai 160 unit.

Rinciannya, 108 kendaraan dihalau di gerbang Bekasi Barat, dan 52 unit di gerbang Bekasi Timur. Namun, jumlah tersebut lebih rendah dibanding pelaksanaan hari pertama kebijakan ini pada Senin (12/3/2018) kemarin, yang menembus 253 unit.

Baca: Ganjil Genap Bikin Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek Bergeser Lebih Pagi

Deputi General Manager Traffic Manajemen Lalu Lintas PT Jasa Marga cabang Japek Cece Kosasih menilai, kesadaran masyarakat atas kebijakan ini kian tumbuh, dengan menurunnya jumlah kendaraan yang dihalau petugas.

Pengendara berpelat genap pada Selasa pagi, otomatis beralih ke jalur arteri atau menaiki angkutan umum berupa bus Transjabodetabek menuju Jakarta.

Bus ini disediakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, dengan menggandeng perusahaan otobus (PO). Bus ini bersiaga di Mega Bekasi City Kecamatan Bekasi Selatan dan Kawasan Light Rail Transit (LRT) City Kecamatan Bekasi Timur.

Baca: Setelah Tol Bekasi, Ganjil Genap akan Diberlakukan di Bogor, Depok, dan Tangerang

"Artinya sosialisasi yang dilakukan pemerintah dan pengelola tol berjalan lancar, karena pengguna kendaraan yang dihalau petugas cenderung menurun," kata Cece.

Menurut dia, rasio jalan raya terhadap kendaraan di ruas tol setempat juga mengalami penurunan. Dulu yang awalnya bisa menembus angka 1 dengan makna terjadi kemacetan, kini berada di kisaran 0,8. Dengan poin sebesar itu, kata dia, laju kendaraan di sana tidak lagi tersendat. Pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan 40 km/jam sampai 60 km/jam.

"Kalau sebelumnya laju kendaraan 20 km/jam sampai 40 km/jam. Sekarang sudah lebih baik," ujarnya.

Baca: Ini Alasan SBY Turun Langsung Laporkan Kuasa Hukum Setya Novanto ke Bareskrim

Kepala Humas Jasa Marga cabang Japek Irwansyah menambahkan, volume kendaraan di ruas tol saat pemberlakukan kebijakan ini juga mengalami penurunan hingga 35-37 persen. Sebelum pemberlakuan aturan ini, jumlah kendaraan yang melintasi gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur mencapai sekitar 8.000 unit.

Penurunan volume kendaraan ini, kata dia, tidak berimplikasi pada pendapatan Jasa Marga. Dia menyebut justru menguntungkan Jasa Marga, karena kendaraan yang masuk justru berganti, seiring arus di sana yang mulai mencair. Pengendara dari gerbang tol lain, mulai beralih ke tol melintasi ruas tol Japek.

"Penurunan volume kendaraan kan dari gerbang Bekasi Barat dan Bekasi Timur saja, sementara pengendara dari Cikarang seperti Tambun, Cibitung, dan daerah lainnya bertambah karena mereka melihat arus lalu lintas di tol semakin lancar," papar Irwansyah. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help