Cuci Motor Habis Pulang Kerja Bikin Turun Mesin

Rutinitas yang biasa dilakukan biker selama musim hujan seperti sekarang ini adalah mencuci sepeda motor.

Cuci Motor Habis Pulang Kerja Bikin Turun Mesin
afifmotor.files.wordpress.com
Ilustrasi cuci motor 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Rutinitas yang biasa dilakukan biker selama musim hujan seperti sekarang ini adalah mencuci sepeda motor.

Hal itu bisa dilakukan sendiri atau cara praktis menggunakan jasa tempat pencucian umum dan tinggal bayar.

Bicara soal cuci motor, ada kebiasaan yang baiknya dihindari ketika pergi ke tempat pencucian umum, yakni waktu pencucian dilakukan.

Biasanya, di tempat cucian umum, pelanggan datang, motor langsung dicuci, kalau dalam keadaan tidak antre.

Masalahnya, aktivitas mencuci ini biasa dilakukan setelah perjalanan jauh dari kantor ke rumah, puluhan kilometer, karena hemat waktu.

Jadi, biker kurang awas kalau sebenarnya mencuci motor dalam kondisi mesin panas kurang ideal untuk dilakukan.

Kepala Mekanik Bengkel AHASS Murni Pura Mas Depok Syamsuddin menjelaskan, ada potensi kerusakan apabila mesin yang sedang panas langsung disiram air yang dingin.

Salah satu kasus yang pernah ditemui adalah retaknya blok mesin.

"Tanda awal yang paling mudah dilihat kalau mulai ada bercak atau bagian yang mengelupas," kata Syamsuddin saat ditemui Kompas.com, belum lama ini.

Menurut Syamsuddin, timbulnya bercak atau bagian mengelupas pada blok mesin terjadi karena perubahan suhu yang drastis. Kondisi semacam ini memang tidak langsung terjadi.

Namun bisa muncul jika dilakukan terus-menerus. Untuk mencegah hal tersebut, Syamsuddin menyarankan pengguna motor untuk tidak langsung membiarkan motornya dicuci saat kondisi mesin masih panas.

Jika memungkinkan, sebaiknya tunggu dulu mesin motor kembali dingin selama 15-30 menit. Setelah itu, baru dilakukan aktivitas pencucian.(Alsadad Rudi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebiasaan Buruk Mencuci Motor Setelah Pulang Kerja".

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved