Home »

News

» Jakarta

Air Bersih Sulit Didapatkan Bahkan Ditemukan Cacing Merah dan Keruh

Dinyatakan, sulitnya mencari sumber air bersih, terpaksa menggunakan air tanah sebagai bahan baku.

Air Bersih Sulit Didapatkan Bahkan Ditemukan Cacing Merah dan Keruh
Istimewa
Sulitnya pasokan air bersih. 

WARTA KOTA, KALIDERES -- Minimnya air bersih kini dirasakan sejumlah warga di kawasan RT 009/ 002, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Air tersebut, tidak hanya kotor dan berkeruh tetapi terdapat ulat dan cacing merah.

Hal itu dirasakan sendiri oleh Dahlia. Diketahui wanita berusia setengah abad ini, tinggal di RT 009/002 Kelurahan Pegadungan, sudah nyaris 25 tahun lamanya. Selama ia tinggal di wilayah itu bersama anak-anaknya dan suaminya, akui Dahlia, tidak pernah merasakan nikmatnya air bersih, baik itu untuk dikonsumsi atau dipakai untuk mencuci pakaian.

Untuk mencuci, Dahlia terpaksa menggunakan air singai sekitar. Sementara untuk dikonsumsi Dahlia mengaku sering membeli air bersih dari jirigen yang dijual pedagang air bersih gerobak yang sering lewat di wilayahnya.

"Kalau air tanah di sini, dipakai itu kotor ya dan berbau. Kadang ada cacingnya, airnya cokelat, memerah, yah.. Enggak bagus lah, untuk pakai mencuci karena nanti bajunya jadi kusam, dan berwarna. Dikonsumsi saya enggak mau. Jadi, air tanah di sini, palingan buat mandi saja. Jika buat konsumsi, paling beli di tukang air bersih, yang pakai gerobak," paparnya, Selasa (13/3/2018).

Untuk mencuci, Dahlia menggunakan air yang ada di sungai di wilayahnya. Terkadang, jikalau malas mencuci di sungai ia terpaksa gunakan air bersih yang dibelinya seharaga Rp 5000 per liter. Dia pun berharap, pemerintah membantu warga di wilayahnya untuk mendapat pasokan air bersih, seperti warga lainnya di Jakarta.

"Ya, masa sih di Jakarta masih adanya warga yang mencuci pakaian di sungai. Sangat tidak pantas. Seperti hidup di perkampungan atau di daerah tertinggal saja," aku dia.

Selain menggunakan air tanah sejumlah warga kerap memanfaatkan air kali atau sungai guna mencuci pakaian meskipun kondisinya, terlihat penuh sampah dan berlumut.

"Tetapi, justru lebih baik dibandingkan air tanah yang bau busuk, san bau karat besi itu nyengat sekali. Tapi, memang kondisinya (air) memang buruk di sini pak. Kadang airnya, rasanya asin," jelas Fatimah (30), warga setempat yang saat itu sedang mencuci pakaian di kali atau sungai di wilayahnya.

Mengenai hal itu, Camat Kalideres, Supriadi membenarkan soal kondisi terjadi di Kawasan  Jalan Jambu Air, RT 009/002 RW 002. Supriadi mengatakam, minimnya air bersih di lokasi itu, dikarenakan belum masuknya air PAM.

"Padahal, pengajuan terhadap pihak PDAM itu dilakukan sejak 2016 lalu. Namun sayang juga karena sampai saat ini, pemasangan pipa dan penyaluran air bersih belum terealisasi. Walau begitu, usulan terus kami lakukan. Tapi belum ada kepastian juga dari pihak PDAM kapan itu bisa terealisasi," katanya.

Halaman
123
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help