Penderita Hipertensi, Perhatikan Asupan Garam Natrium Meminimalkan Kelainan Kardiovaskuler

dr Arieska Ann Soenarta SpJP FIHA, FasCC, mengatakan, 30 persen kematian di dunia disebabkan adanya kelainan kardiovaskuler.

Tribun Bogor
Ilustrasi garam 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pakar kardiologi dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Arieska Ann Soenarta SpJP FIHA, FasCC, mengatakan, 30 persen kematian di dunia disebabkan adanya kelainan kardiovaskuler.

Faktor risiko yang menyebabkan kelainan kardiovaskuler ada banyak dan akan semakin bertambah.

Dari seluruh faktor risiko yang ada, kata Arieska, hipertensi menduduki peringkat teratas.

Dengan bertambahnya faktor risiko kardiovaskuler, semakin besar juga kemungkinan terjadinya kelainan kardiovaskuler pada pasien hipertensi.

"Penelitian Reach Registry mengemukakan bahwa 90,3 persen pasien hipertensi disertai tiga atau lebih dari tiga faktor risiko kardiovaskuler. Maka penting bagi pasien hipertensi untuk memerhatikan juga faktor risiko kardiovaskuler yang dialami. Faktor risiko yang tidak dapat dihindari adalah faktor keturunan," kata Arieska beberapa waktu lalu.

Pada pasien hipertensi, kata Arieska, jantung dapat mengalami pembengkakan saat tekanan darah pasien tinggi.

Baca: Cegah Hipertensi, InaSH Bikin Kampanye CERAMAH: Cek Tekanan Darah di Rumah!

Selain itu, gangguan aliran pembuluh darah koroner juga dapat terjadi akibat adanya penyumbatan aliran darah pembuluh darah koroner.

Apabila tidak ditindaklanjuti, dapat menimbulkan penyakit jantung koroner dan berujung kematian.

Selain faktor risiko kelainan kardiovaskuler, menurut Arieska, konsumsi garam juga patut di perhatikan pasien hipertensi.

Baca: Hii Obesitas Jadi Penyebab Mati Muda, Lebih Buruk Dari Penderita Hipertensi

Konsumsi garam yang berlebih dapat menyebabkan kelebihan cairan dalam tubuh sehingga menambah beban kerja pembuluh darah.

"Garam yang dimaksud adalah garam natrium seperti yang didapat dalam garam dapur, soda kue, baking powder, bahan pengawet makanan, dan vetsin," katanya.

Ia mengatakan, pasien hipertensi berat biasanya dianjurkan untuk melakukan diet rendah garam I (200-400mg Na) dan diet rendah garam II (600-800mg Na sama dengan setengah sendok teh) bagi hipertensi tidak berat sedangkan hipertensi ringan untuk melakukan diet rendah garam III (1000-1200mg Na sama dengan 1 sendok teh sehari).

"Jadi, dalam pencegahan penyakit jantung akibat hipertensi yang penting adalah kita harus tahu dulu berapa tekanan darah kita karena tekanan darah tinggi pada umumnya tidak menimbulkan gejala-gejala," katanya.

Arieska mengatakan, tekanan darah tinggi sering baru terdeteksi bila sudah mengenai organ target tubuh berupa kelainan jantung, stroke atau ginjal.

Upaya pencegahan ini dapat menjadi salah satu cara untuk menghindari kematian akibat kardiovaskuler.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved