Kesalahpahaman yang Berujung Laporan Wali Murid Adanya Dugaan Bullying di Sekolah

Permasalahan tersebut hanya kesalahpahaman sehingga berbuntut laporan yang dilakukan oleh wali murid.

Kesalahpahaman yang Berujung Laporan Wali Murid Adanya Dugaan Bullying di Sekolah
Kompas.com
Ilustrasi anak korban bullying. 

WARTA KOTA, MAKASAR -- Beberapa waktu lalu, seorang wali murid di SMP Negeri 278 Jakarta melaporkan adanya indikasi dugaan bullying terhadap anaknya oleh teman sekolahnya.

Laporan tersebut dicantumkan disebuah website Lapor.go.id pada 21 Februari 2018, yang menyatakan bahwa tidak ada tanggapan dari kepala sekolah yang berwenang dalam menghadapi kasus bullying sesama siswa terutama untuk anak2 berkebutuhan khusus (ABK) disekokah tersebut.

Menanggapi hal adanya laporan tersebut Kepala Sekolah SMP Negeri 287, Suprojo mengatakan bahwa laporan tersebut sudah ditanggani, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan terhadap wali murid.

Ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut hanya kesalahpahaman sehingga berbuntut laporan yang dilakukan oleh wali murid.

Selain itu ia menerangkan bahwa kejadian tersebut berawal saat seorang siswi berinisial K (15) tengah mengikuti mata pelajaran olahraga dan bermain bola kasti, pada Rabu (7/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat berlari, K terjatuh lalu ditertawakan oleh teman-temannya. Dia pun tersinggung dan melaporkan kepada orang tuanya.

"Jadi, pas dia bawa bola jatuh, namanya jatuh spontan temennya ketawa , kemudian anaknya tersinggung merasa dibully, namanya anak-anak bercanda sering ledekan," kata Suprojo saat ditemui, Senin (12/3/2018).

Menurut Suprojo disekolahnya terdapat 16 siswa Anak Berkebutuhan khusus (ABK) dari ke-16 anak tersebut salah satunya adalah K. K merupakan siswi yang sedikit susah berosialisasi dengan teman-temannya.

"Anak ini siswa jalur umum, tapi agak tempramental dan agak susah bersosialisasi itu sudah kita sampaikan ke ortu, dan ortu juga sudah paham dengan kondisi anaknya. Di sekolah ini ada 16 siswa ABK," katanya.

Suprojo menyampaikan kasus ini pun sudah selesai, pihak sekolah dan orang tua sepakat untuk saling melakukan pemantauan terhadap kegiatan anaknya baik di rumah maupun di sekolah.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help