Jelang Asian Games 2018

Herry Iman Pierngardi Tetap Optimistis Raih Gelar di All England 2018

Herry mengaku masih menyayangkan undian yang tidak menguntungkan Indonesia khususnya ganda putra.

Herry Iman Pierngardi Tetap Optimistis Raih Gelar di All England 2018
djarumbadminton.com
Herry Iman Pierngadi 

WARTA KOTA.COM,BIRMINGHAM - Kepala Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, memberi penjelasan seputar penampilan tim ganda putra di German Open 2018 BWF Word Tour Super 300. 

Dalam kejuaraan ini, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di final kembali takluk untuk yang keempat kalinya oleh Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), dengan skor 16-21, 18-21.

Sementara itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja berpasangan kembali, dikalahkan Fajar/Rian di babak semifinal.

Pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro terhenti di babak kedua. 

Herry juga menyikapi aturan standard tinggi servis 115 cm yang diberlakukan oleh BWF dan mulai diuji coba di German Open 2018 dan All England 2018.

Simak juga penuturan Herry mengenai peluang pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dalam mempertahankan gelar All England yang mereka raih tahun lalu. 

Baca: Hasil Final German Open 2018

Apa yang terjadi dengan Fajar/Rian di final German Open 2018?

Sebetulnya di awal mainnya normal, sudah benar, setelah servisnya dinyatakan fault sebanyak lima kali, konsentrasi Fajar agak terganggu. Dia jadi fokus ke servisnya, bola kedua ketiganya jadi agak kagok. 

Saya tanya Fajar, dia bilang iya memang jadi terganggu. Sedangkan menurut saya, di pasangan ini playmaker nya Fajar, dia lebih dominan untuk mengatur cara mainnya.

Halaman
1234
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help