Dari 11 Saksi yang Dipanggil, Hanya 4 Saksi yang Hadir di Sidang Lanjutan First Travel

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan 11 orang saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dari 11 Saksi yang Dipanggil, Hanya 4 Saksi yang Hadir di Sidang Lanjutan First Travel
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sidang ke lima first travel di PN Depok, Senin (12/3/2018). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sidang lanjutan atau sidang ke lima kasus penipuan calon jemaah umrah dengan tiga terdakwa bos First Travel yakni pasangan suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan serta adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki kembali di gelar di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan 11 orang saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Semuanya adalah calon jemaah umrah First Travel yang tak jadi berangkat atau korban dalam kasus ini.

Namun dari 11 saksi yang dipanggil hanya 4 saksi yang dapat hadir.

"Dari 11 saksi yang diagendakan dan kami minta hadir, hanya 4 saksi yang hadir hari ini," kata Ketua TIM JPU, Heri Jerman, di depan Majelis Hakim di PN Depok, Senin (12/3/2018).

Empat saksi yang hadir tersebut adalah Suprapti, Arianty binti Toyib Narwafi, Marsonah dan Dini.

Karena tidak hadirnya sebagian besar saksi, Hakim Ketua Sobandi meminta JPU memanggil ulang saksi yang tidak hadir.

Atas hal ini, Heri Jerman mengiyakan dan menyanggupinya.

Sidang akhirnya dimulai dengan memeriksa ke 4 saksi secara bersamaan.

Sementara ketiga terdakwa tampak tenang duduk di kursi di samping kuasa hukumnya.

Terdakwa Andika dan istrinya, Anniesa didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang - Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa juga djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP  atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Total calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan First Travel dalam kasus ini 63.310 orang. Kerugian akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp 905,33 Miliar.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help