Agung Setyabudi Kritik Program Naturalisasi

Agung semakin prihatin karena kualitas pemain asing yang dinaturalisasi itu tidak lebih baik dari talenta lokal.

Agung Setyabudi Kritik Program Naturalisasi
Alchetron
Agung Setyabudi 

WARTA KOTA.COM - Mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, mengkritik maraknya naturalisasi pemain asing di kancah sepak bola Indonesia.

Menurutnya, kebijakan naturaslisasi yang dilakukan PSSI tidak memberikan dampak signifikan bagi sepak bola Indonesia, khususnya tim nasional.

Agung semakin prihatin karena kualitas pemain asing yang dinaturalisasi itu tidak lebih baik dari talenta lokal.

"Saya rasa tidak perlu lagi ada naturalisasi, karena memang kontribusinya tidak besar, apalagi kualitas pemainnya juga tidak lebih baik dari pemain lokal," kata Agung.

Program naturalisasi pemain asing dimulai sejak 2010 atau menjelang Indonesia menjadi tuan rumah Piala AFF.

Striker Cristian Gonzales jadi pemain pertama yang dinaturalisasi.

Baca: Pep Guardiola: Kami Bukan Juara

Setelah itu gelombang naturalisasi semakin gencar dilakukan oleh PSSI.

Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, Sergio Van Dijk, Bio Paulin Pierre, dan Diego Michiels menjadi wrga negara Indonesia (WNI).

Adapun pada tahun ini Albeto Goncalves dan bek Madura United, OK John, mendapatkan status WNI.

Agung menilai PSSI semestinya memilih menguatkan pembinaan pesepak bola usia dini.

Para pemain muda yang mendapat program yang sesuai akan berimbas positif terhadap sepak bola Indonesia.

Mantan bek sayap PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya itu berharap perbaikan tata kelola sepak bola usia dini lebih diintensifkan.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Senin (12/3/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved