Viral Koper Wanita Dirusak di Bandara Soekarno-Hatta, Begini Penjelasan Lion Air

Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, memberikan penjelasannya mengenai peristiwa ini.

Viral Koper Wanita Dirusak di Bandara Soekarno-Hatta, Begini Penjelasan Lion Air
Surya
Ilustrasi pesawat Lion Air 

WARTA KOTA, TANGERANG ----Kasus kehilangan dan merusak barang bawaan di bagasi pesawat bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Insiden ini berulang-ulang terjadi dan menimbulkan kerugian terhadap sejumlah penumpang.

Termasuk yang dialami oleh Elida Sianturi, penumpang Lion Air. Kejadian yang dialaminya menjadi viral di jagat media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat wanita berkaca mata yang mengenakan kaos hitan mengeluhkan koper bagasinya yang rusak. Ia kecewa keterlambatan penerbangan maskapai tersebut.

Perempuan itu mempertanyakan pertanggung jawaban pihak maskapai atas kopernya yang rusak.

Menurut keterangan yang dijelaskan dalam video, tas tersebut memang tidak ada isinya, tapi tas itu baru dibeli dan digunakan dua kali.

Harga tasnya sekitar Rp. 1,5 juta. Tak hanya wanita tersebut, dalam video itu juga terdengar seorang perempuan lainnya yang menyebut gelang peraknya hilang.

Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, memberikan penjelasannya mengenai peristiwa ini. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi tanggal 5 Maret 2018.

Pada penerbangan JT305 rute Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara,-Cengkareng.

Baca: Lion Air Group Mengutip Kenaikan Tarif Layanan Terbaru di Bandara Soetta

Ketika saat menerima bagasi, penumpang atas nama Sianturi mendapati bahwa kunci kombinasi pada bagasi mengalami kerusakan.

"Kami telah menjelaskan terkait peetanggung jawaban dari Lion Air dan juga menawarkan kebijakan one shot compensation untuk mengganti kerusakan bagasi pax tersebut," kata Rama, sapaan Ramaditya Handoko, kepada Warta Kota, Minggu (11/3/2018).

Baca: Operasional Pesawat Lion Air Tujuan Lombok Pindah ke Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta

Rama mengklaim dari hasil negosiasi terhadap tawaran itu, pax bersedia untuk diberikan kebijakan sebesar Rp. 200.000 sesuai kategori kerusakan. Dan uangnya langsung diberikan pada malam itu juga.

"Kami akan mendalami serta menginvestigasi hal ini. Jika terdapat pelanggaran yang diberlakukan petugas, dengan segera akan dilakukan pemberian sanksi tegas berupa pemberhentian hubungan kerja," kata Rama.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved