Jatuh dari Pohon Rambutan, Apriladi Tewas di Rumah Majikannya di Depok

Apriladi Iro (36) sopir sekaligus tukang bangunan, tewas mengenaskan dengan kepala luka berat, saat jatuh dari pohon rambutan

Jatuh dari Pohon Rambutan, Apriladi Tewas di Rumah Majikannya di Depok
Apriladi Iro (36) sopir sekaligus tukang bangunan, tewas mengenaskan dengan kepala luka berat, saat jatuh dari pohon rambutan di rumah majikannya yang dalam proses pengerjaan, di Jalan Rangu II Nomor 7, RT 7/3, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jumat (9/3/2018) sore. (Foto: Reskrim Polsek Limo) 

WARTA KOTA, DEPOK -- Apriladi Iro (36) sopir sekaligus tukang bangunan, tewas mengenaskan dengan kepala luka berat, saat jatuh dari pohon rambutan di rumah majikannya yang dalam proses pengerjaan, di Jalan Rangu II Nomor 7, RT 7/3, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jumat (9/3/2018) sore.

Korban yang berasal dari Padang, Sumatera Barat tersebut, jatuh dari ketinggian sekitar 8 meter dengan posisi tengkurap dan wajah menghadap ke bawah.

Apriladi Iro (36) sopir sekaligus tukang bangunan, tewas mengenaskan dengan kepala luka berat, saat jatuh dari pohon rambutan di rumah majikannya yang dalam proses pengerjaan, di Jalan Rangu II Nomor 7, RT 7/3, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jumat (9/3/2018) sore. (Foto: Reskrim Polsek Limo)
Apriladi Iro (36) sopir sekaligus tukang bangunan, tewas mengenaskan dengan kepala luka berat, saat jatuh dari pohon rambutan di rumah majikannya yang dalam proses pengerjaan, di Jalan Rangu II Nomor 7, RT 7/3, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jumat (9/3/2018) sore. (Foto: Reskrim Polsek Limo) ()

Kepalanya menghantam bagian lantai rumah yang lebih tinggi dari dasar halaman.

Kapolsek Limo Kompol Iskandar mengatakan saat kejadian korban tengah bekerja bersama 3 rekannya Muhammad Soim (32), Solehudin (36), dan Tambah Susilo (27).

Mereka mengerjakan proyek rumah tinggal milik Jan Roy Febrianto.

"Sekitar pukul 15.00, ketika mereka sedang memindahkan meja, korban lalu naik ke pohon rambutan yang ada di depan rumah. Ia sempat menawarkan ke rekan-rekannya, apakah mau rambutan atau tidak," kata Iskandar, Sabtu (10/3/2018).

Saat itu tambah Iskandar, ke tiga rekan korban tetap memindahkan meja dan membiarkan korban memanjat pohon rambutan.

"Tak berapa lama tiga rekan korban mendengar suara berdegum, buk, yang cukup keras. Mereka lalu keluar rumah bersama-sama melihat asal suara," kata Iskandar.

Ternyata suara berasal karena Apriladi atau korban jatuh dari pohon rambutan.

"Mereka melihat korban dalam posisi tertelungkup dan kepalanya mengeluarkan darah karena menghantam sisi lantai rumah yang lebih tinggi dari halaman. Para saksi melihat korban sudah tak bergerak dan saat diperiksa korban sudah tewas," kata Iskandar.

Ia mengatakan para saksi lalu melaporkan peristiwa jatuhnya Apriladi ke warga sekitar yang langsung meneruskannya ke polisi.

Dari pemeriksaan dan identifikasi polisi, diketahui korban tewas dengan luka berat di kepala akibat jatuh dari pohon rambutan.

"Kami lalu membawa korban ke RS Fatmawati untuk diotopsi. Hasilnya menyatakan korban tewas akibat benturan keras di kepala bagian depan. Ini karena korban jatuh dari pohon rambutan," kata Iskandar.

Dalam kasus ini kata Iskandar pihaknya sudah memintai keterangan majikan yang mempekerjakan korban serta 3 rekan korban yang saat kejadian ada di lokasi.

"Dari keterangan saksi dan bukti yang ada, korban meninggal dunia akibat jatuh dari ketinggian 8 meter saat naik pohon rambutan," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help