Kuliner

Kuliner Langka Khas Betawi Ada di Festival Ini

Asosiasi Boga Jasa Indonesia dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI mengadakan Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi di TIM.

Kuliner Langka Khas Betawi Ada di Festival Ini
Warta Kota/Rangga Baskoro
Asosiasi Boga Jasa Indonesia Jakarta bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengadakan acara Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi di Taman Ismail Marzuki, Jumat-Minggu (9-11/3/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, MENTENG  -- Asosiasi Boga Jasa Indonesia (ABJI) Jakarta bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengadakan acara Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi di Taman Ismail Marzuki.

Siti Djumiadini, Ketua DPD ABJI DKI Jakarta mengungkapkan pentingnya memperkenalkan budaya betawi ke kancah internasional, terlebih lagi menjelang diadakannya event Asian Games 2018 di Jakarta pada Agustus mendatang.

"Acara ini dibuat untuk menyambut Asian Games 2018. Hari Sabtu (10/3) besok kita akan mengundang beberapa duta besar dan diplomat yang akan hadir. Kami namakan Festival Budaya Betawi agar masyarakat menyadari pentingnya budaya betawi," tutur Siti di lokasi, Jumat (9/3/2018).

Baca: Anies: 50 Persen Penduduk DKI Jakarta Tak Punya Rumah Hunian

Festival tersebut berisi aneka makanan langka khas betawi yang sudah lama tenggelam dan bahkan tak dikenal masyarakat, seperti salah satunya Bubur Ayam Ase yang merupakan perpaduan antara bubur dan asinan beserta semur daging. Ada pula macam-macam kesenian yang ditampilka

"Masakan-masakan yang sudah lama tenggelam dan tidak diketahui, kami angkat kembali. Ada juga tarian betawi, gambang kromong dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Pemerhati Kebudayaan Betawi, Sylviana Murni menyatakan festival tersebut bisa mengangkat perekonomian masyarakat Jakarta yang bergerak di bidang usaha mikro dan menengah.

"Ini sangat sejalan dengan yang dilakukan Bang Anies dan Sandi yaitu bagaimana masyarakat di tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan bisa hidup. Semua ada di sini, mulai dari pagelaran budaya dan kulinernya sudah ada. Bayangkan kalu sebanyak 267 kelurahan kalau semua kearifan lokalnya terangkat, masyarakat bisa hidup sejahtera," kata Sylvi.

Festival Internasional Kuliner dan Budaya Betawi diadakan selama 3 hari dari Jumat sampai Minggu.

Masyarakat tak perlu membayar tiket masuk alias gratis untuk bisa menikmati beragam kuliner khas Betawi.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved