Industri Asuransi Syariah Diperkirakan Membaik pada 2018

Industri asuransi syariah mencatatkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun,terutama sejak lima tahun terakhir.

Industri Asuransi Syariah Diperkirakan Membaik pada 2018
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Corporate Communications & Sharia Director, Nini Sumohandoyo (kanan) tengah memaparkan asuransi saat acara diskusi "Syariah untuk Semua" yang diselenggarakan Prudential Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (7/3). 

WARTA KOTA, MENTENG-Walaupun terbilang pemain baru ketimbang asuransi konvensional, industri asuransi syariah terus mendapat respon dari konsumen. Industri ini mencatatkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Terutama sejak lima tahun ini.

" Industri Syariah dalam lima tahun belakang ini terus tumbuh. Bukan hanya industri fashion syariah, makanan halal tapi juga perbankan dan asuransi. Perlahan industri syariah menjadi life style," ujar pakar ekonomi syariah, Muhamad Syakir Sula dalam diskusi "Syariah Untuk Semua" yang bertempat di Resto Seribu Rasa, Menteng (7/3/2018).

Berdasarkan riset Sharia Consumer Survey 2016 yang dilakukan oleh Nielsen, sekitar 4.000 responden di 10 kota besar dengan target audience dari kalangan menengah atas menunjukkan, sebanyak 47 persen responden ingin membeli asuransi konvensional dan 40 persen asuransi Syariah.

"Tahun 2017 industri asuransi syariah tumbuh dengan kuat. Produk Prulink Syariah Rupiah Asia Pacific Equity Fund pertumbuhan selama 2017 mencapai 26,6 persen. Indonesia terbaik dalam pertumbuhannya," ujar Nini Sumohandoyo Director Corporate Communication & Sharia Prudential di kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, dengan pertumbuhan ekonomi yang ada, masih ada peluang bagi industri asuransi syariah untuk mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Di antaranya menyasar segmen market yang tidak terlalu dijejali oleh para pemain konvensional.

Peningkatan industri asuransi jiwa syariah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, yang diprediksi bakal semakin berkembang.

Asuransi jiwa syariah akan semakin berkembang pada 2018 dan menjadi pilihan proteksi dan investasi masyarakat.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help