Home »

Depok

2 Sahabat Ditemukan Bersimbah Darah di Depok

Dua sahabat ditemukan bersimbah darah di sebuah jalan di Depok. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.

2 Sahabat Ditemukan Bersimbah Darah di Depok
Cinema Blend
Ilustrasi perkelahian. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Dua sahabat ditemukan bersimbah darah dan tewas di Jalan Lingkungan Cipayung, RT 2/1, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/3/2018) dini hari.

Keduanya adalah N (35) dan YS. N tewas di lokasi sedangkan YS ditemukan dalam kondisi kritis, tak jauh dari lokasi N terkapar. 

YS sudah dibawa ke rumah sakit dan masih dalam perawatan. 

Kapolsek Sukmajaya Komisaris IGN Bronet Ranapati mengatakan N diduga tewas di tangan sahabatnya sendiri, YS.

Baca: Pertanian Digital Mulai Diterapkan KARSA

Kedua sahabat itu diduga berkelahi sebelum akhirnya sama-sama tak berdaya. 

Bronet mengatakan jenazah N (35) ditemukan dengan luka tusukan di dada.

"Korban tewas seusai berduel dengan rekannya sendiri, motifnya terkait pinjam-meminjam uang," kata Bronet saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (8/3/2018).

Menurut Bronet, berdasarkan keterangan warga setempat, N terlibat keributan dengan YS yang berkunjung ke rumah N pada Selasa (6/3/2018) malam.

Baca: Tiap Hari Emak-Emak di Pulau Seribu Lakukan Hal Kotor Bersama 20 Ton Sampah

Baca: Jalan Rusak di Kelapa Gading Bertahun-Tahun Tak Diperbaiki Sampai Warga Stress

Keributan antara N dan YS didengar warga sekitar tetapi mereka tidak melihat kejadiannya karena hal itu terjadi malam, jelang dini hari.

Baru pada pukul 03.30, seorang warga yang kebetulan melintas di kediaman N melihat N tergeletak bersimbah darah.

"Warga yang menjadi saksi di lokasi tidak mengira kalau perkelahian itu akan menyebabkan tewasnya N," kata Bronet. Tak jauh dari tempat kejadian perkara, YS juga didapati dalam kondisi kritis dengan luka di bagian wajah dan kepala.(Iwan Supriyatna)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Sahabat Baku Hantam di Depok, Satu Orang Tewas".

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help