Yusril Ihza Mahendra: Kami Tidak Mikir Koalisi, Kalau Perlu Kami Sendirian yang Oposisi

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan posisi partainya sebagai oposisi.

Yusril Ihza Mahendra: Kami Tidak Mikir Koalisi, Kalau Perlu Kami Sendirian yang Oposisi
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
KETUA Umum PBB Yusril Ihza Mahendra meluapkan kegembiraannya saat partainya diputuskan sebagai peserta pemilu 2019 oleh Bawaslu, Minggu (4/3/2018). 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan posisi partainya sebagai oposisi. Penegasan tersebut disampaikan setelah penetapan PBB sebagai peserta Pemilu 2019.

Menurut Yusril, PBB tidak merapat ke barisan partai pendukung Joko Widodo yang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang. PBB merasa lebih baik mengampanyekan kotak kosong.

Meskipun menentukan sikap sebagai partai oposisi, Yusril membuka peluang bagi partai politik lainnya untuk berkomunikasi.

Baca: Polisi Dalami Alasan Menantu Elvy Sukaesih Pakai Sabu Meski Sedang Hamil

Selama ini, kata dia, PBB sudah memperlihatkan ciri khas sebagai parpol yang tidak tergoda kepada kekuasaan. Dia mengklaim lebih baik menyelamatkan bangsa dan negara untuk waktu mendatang.

"Kami berkomunikasi ke semua partai. Tapi kalau calon tunggal, barangkali PBB akan kampanye mendukung kotak kosong. Dan akan menjadi kekuatan oposisi utama dalam republik ini untuk ke depannya," tutur Yusril, ditemui di Kantor KPU, Selasa (6/3/2018).

Apalagi, dia menjelaskan, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu membuka peluang calon presiden tunggal. Untuk penentuan capres menggunakan hasil Presedential Treshold pada Pemilu 2014.

Baca: Ayah dan Anak Bisnis Sabu, Pengendalinya Sang Menantu dari Lapas Gunung Sindur

Sehingga, dia memprediksi Pilpres 2019 tak berbeda jauh dengan Pilpres 2014, di mana Joko Widodo akan bersaing dengan Prabowo Subianto merebutkan kursi RI 1, kecuali muncul poros ketiga.

"Kami tidak mikir koalisi. Kami pikirkan diri kami sendiri, kenapa kami harus koalisi Gerindra, PKS dll? Kalau memang kami bisa membentuk fraksi sendiri, kalau perlu kami sendirian yang oposisi," tegasnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved