Harapan Kepala Dinas Bina Marga DKI Soal JPO Pasar Minggu Jakarta Selatan

Dinas Bina Marga DKI mengatakan, JPO itu sudah mangkrak satu tahun. Padahal perbaikan JPO itu sudah masuk dalam rencana kerja sejak tahun lalu.

Harapan Kepala Dinas Bina Marga DKI Soal JPO Pasar Minggu Jakarta Selatan
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasar Minggu, Jalan Raya Pasar Minggu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (6/3/2018) petang. Karena kondisi JPO masih rusak, puluhan pejalan kaki terlihat kesulitan melintas, mereka terpaksa menyeberang jalan menembus antrean kendaraan yang terjebak kemacetan. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG---Setelah jembatan penyeberangan orang (JPO) Pasar Minggu ambruk pada 24 September 2016, JPO itu dapat diperbaiki pada tahun ini.

Apalagi, kata Yusmada Faizal, Kepala Dinas Bina Marga DKI, JPO itu sudah mangkrak selama satu tahun. Padahal perbaikan JPO itu sudah masuk dalam rencana kerja sejak tahun lalu.

"Dari tahun lalu rencananya, mudah-mudahan tahun ini dieksekusi," kata Yusmada, Rabu (7/3/2018).

Baca: Setahun Lebih, JPO Pasar Minggu yang Ambruk Hingga Kini Masih Mangkrak

Namun, walau diketahui pembangunan kembali JPO yang menghubungkan antara Stasiun Pasar Minggu dan Kompleks PD Pasar Minggu itu molor selama setahun dari rencana, ia enggan memaparkan alasan atau kendala utama pembangunan.

Yusmada berharap proyek dapat dikerjakan pada tahun ini. "Saya harap tahun ini dieksekusi," katanya.

"Udah lupa kali bang, makanya nggak dibangun-bangun. Liat aja sekarang, jalanan crowded (ramai)," ungkap Dodi, juru parkir Stasiun Pasar Minggu ditemui Selasa (6/3/2018) sore.

Selain menunjuk barisan ojek pangkalan dan online yang berbaris di sepanjang muka Stasiun Pasar Minggu, rombongan pejalan kaki yang keluar dari gerbang stasiun menambah kemacetan di Simpang Robinson.

Walaupun diketahui terdapat sejumlah anggota Kepolisian maupun Dinas Perhubungan yang mengatur arus lalulintas.

"Orang yang nyeberang pasti bikin macet juga bang, ya walaupun sebenarnya yang bikin parah itu angkot sana ojek. Tapi kalo feeling (perasaan) saya sih, kalo emang jembatannya dibangun, nggak ada yang naik juga, soalnya pertama ngeri jatoh, kedua juga emang udah biasa lewat bawah (jalan)," ungkapnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help