Dunia Sekitar Dianalogikan Sebagai Ladang Makna Dalam Pameran Seni Kontemporer di Kemang

Bagi seniman, karya seni merupakan sebuah perwujudan ide, cara pandang, serta buah hasil pemikiran mereka terhadap segala hal.

Dunia Sekitar Dianalogikan Sebagai Ladang Makna Dalam Pameran Seni Kontemporer di Kemang
Warta Kota/Nur Ichsan
Pameran Seni Kontemporer 'Semesta Kecil di Tengah-Tengah Ladanf Makna' di Edwin's Gallery. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Guna mendukung mendukung dunia seni di Tanah Air, Martell menggelar pameran seni kontemporer bertajuk 'Semesta Kecil di tengah-tengah Ladang Makna'.

Pameran tersebut digelar di Edwin's Gallery, Kemang, Jakarta Selatan, selama 11 hari, mulai dari tanggal 1 Maret hingga 11 Maret 2018.

Terkait tema pameran seni kontemporer bertajuk 'Semesta Kecil di tengah-tengah Ladang Makna' tersebut, Danuh Tyas selaku kurator pameran itu mengataan, bagi seorang seniman, karya seni merupakan sebuah perwujudan ide, cara pandang, serta buah hasil pemikiran mereka terhadap segala hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

"Dari lingkungan yang berbeda kemudian akan lahir pemikiran yang berbeda pula, sehingga menciptakan sebuah karya seni dengan ragam jenis yang unik dan khas. Dunia yang dimiliki oleh seorang seniman sangatlah luas," katanya saat membuka pameran itu.

Baca: Keberagaman Pameran Seni Kontemporer di Edwins Gallery Kemang Hingga 11 Maret 2018

Banyak pula objek yang dapat diambil dari makna-makna lain tentang dunia sekitar sebagai bahan dasar munculnya sebuah ide.

Buku, internet, serta perbincangan mereka dengan orang sekitar adalah tiga diantara sekian banyaknya sumber.

Dunia sekitar bukanlah lagi menjadi tempat di mana mereka hidup saja, tapi sudah menjadi elemen penting yang dapat 'menghidupi' karyanya.

"Oleh karena itu, dunia sekitar dianalogikan sebagai 'ladang makna' yang secara literatur dapat membuat gagasan berkarya seorang seniman tumbuh subur," kata Danuh Tyas.

Danuh Tyas mengatakan, bila dunia sekitar dilihat sebagai 'semesta' yang melingkupi seorang seniman, maka seorang seniman bisa dikatakan sebagai individu yang berada di tengah-tengah ladang makna.

"Hal tersebutlah yang menjadi landasan terciptanya tema untuk pagelaran seni kali ini," kata Danuh.

Pameran yang dikuratori Danuh Tyas itu didukung oleh 14 seniman Indonesia.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved