BPN Ukur Ulang Lahan Sengketa di Jalan Masuk Kecamatan Limo Rabu Depan

BPN Kota Depok memastikan melakukan pengukuran ulang lahan di sekitar akses jalan masuk ke Kecamatan Limo, Depok, Rabu (14/3/2018) mendatang.

BPN Ukur Ulang Lahan Sengketa di Jalan Masuk Kecamatan Limo Rabu Depan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pengecekan ulang lahan di akses jalan masuk ke Kantor Kecamatan Limo, yang sempat ditutup oleh warga, dicek ulang oleh sejumlah pihak terkait, Selasa (6/3/2018). Tampak Kepala BKD Depok Nina Suzana melihat langsung lahan tersebut. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok memastikan akan melakukan pengukuran ulang lahan di sekitar akses jalan masuk ke Kecamatan Limo, Depok, Rabu (14/3/2018) mendatang.

Hal ini dilakukan karena sebagian akses jalan masuk ke Kecamatan Limo, sempat diklaim milik warga atas nama Suganda dan berpotensi menjadi lahan sengketa.

Bahkan beberapa waktu lalu, akses jalan masuk sempat ditutup sebagian oleh Suganda selama sepekan.

Pengecekan ulang lahan di akses jalan masuk ke Kantor Kecamatan Limo, yang sempat ditutup oleh warga, dicek ulang oleh sejumlah pihak terkait, Selasa (6/3/2018). Tampak Kepala BKD Depok Nina Suzana melihat langsung lahan tersebut.
Pengecekan ulang lahan di akses jalan masuk ke Kantor Kecamatan Limo, yang sempat ditutup oleh warga, dicek ulang oleh sejumlah pihak terkait, Selasa (6/3/2018). Tampak Kepala BKD Depok Nina Suzana melihat langsung lahan tersebut. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Nina Suzana menuturkan pengukuran ulang dilakukan atas lahan yang termasuk aset Pemkot Depok serta atas lahan milik Suganda.

"Kemarin itu kita sudah sepakat dengan Suganda bahwa pengukuran ulang lahan oleh BPN Depok dilakukan Rabu depan 14 Maret 2018," katanya, kepada Warta Kota, Rabu (7/3/2018).

Menurut Nina yang mereka lakukan di Kecamatan Limo, Selasa (6/3/2018) kemarin, barulah sebatas pengecekan lahan dan melihat langsung kira-kita batas wilayah antara aset Pemkot Depok dan milik Suganda.

"Sementara kepastian dan pengukuran ulangnya dilakukan Rabu depan," kata Nina.

Saat ini kata dia batas lahan milik Suganda di akses jalan masuk kecamatan seluas sekitar 340 meter persegi, dengan jalan yang menjadi asset Pemkot Depok, tidak jelas.

"Setelah pengukuran ulang nanti berdasar semua sertifikat lahan yang ada akan diketahui jelas, mana lahan fasos fasum dan mana milik Suganda," katanya.

Nina memastikan Pemkot Depok memiliki itikad baik dalam hal ini dan memastikan akan menyelesaikan masalah ini.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help