Asosiasi UMKM Tanggapi Wacana Presiden Turunkan Pajak UMKM

Akumindo memperkirakan tidak akan banyak terjadi perubahan terhadap kondisi pelaku UMKM terkait wacana penurunan pajak bagi UMKM menjadi 0,5 persen.

Asosiasi UMKM Tanggapi Wacana Presiden Turunkan Pajak UMKM
Warta Kota/Feryanto Hadi
M Ikhsan Ingratubun, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU---Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) memperkirakan tidak akan banyak terjadi perubahan terhadap kondisi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terkait wacana penurunan pajak bagi UMKM menjadi 0,5 persen.

"Penurunan pajak UMKM menjadi 0,5 persen tidak berdampak apa-apa terhadap pertumbuhan dan juga ketahanan dari UMKM, hanya menurunkan biaya pajak," terang Ketua Umum Akumindo, Ikhsan Ingratubun, kepada Warta Kota, Rabu (7/3/2018).

Baca: Kreasi Nusantara, Kanal Belanja Shopee Khusus Produk UMKM Lokal

Menurut Ikhsan, jika ingin mendapatkan capaian kepada pertumbuhan UMKM yang jumlahnya lebih kurang 60 juta, maka dibutuhkan badan khusus atau Menteri UMKM agar bisa fokus pembinaan terhadap UMKM.

Sebab, selama ini, menurutnya terlalu banyak lembaga atau badan dari pemerintah yang juga mengurusi bidang UMKM, sehingga dimungkinkan akan berdampak tidak fokusnya pembinaan para pelaku UMKM.

"Pembentukan badan atau kementerian khusus itu supaya pemerintah fokus dalam mengurusi UMKM di Indonesia. Minimal keberpihakan kepada UMKM bisa bertambah lagi," kata Ikhsan.

Baca: Agar Fokus, Pemerintah Diharapkan Bentuk Badan Khusus UMKM

Ia menilai, penurunan pajak bukanlah hal substansial dalam membangun industri UMKM.

"Pajak hanya setiap tahun saja. Sedangkan per hari-hari aktivitas bisnis butuh permodalan yang cepat. Dulu ada KUD yang terutama pengusaha mikro dapat dengan mudah mendapatkan modal usaha. Ini faktor yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi lewat pembinaan UMKM," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi UKM yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Penurunan tersebut dijanjikan terlaksana pada akhir Maret ini

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved