Skandal Bocornya NIK dan KK Wajib Terungkap

Kalau kita search di Google, muncul banyak KK, ini yang bisa yang bisa digunakan oknum.

Skandal Bocornya NIK dan KK Wajib Terungkap
Istimewa
Ilustrasi e-KTP 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Anda mungkin bertanya-tanya dari mana penawaran produk bisa mampir ke ponsel pribadi?

Sejatinya, ini merupakan indikasi kebocoran data penduduk.

Proses registrasi pelanggan prabayar menguatkan sinyalemen kebocoran data tersebut.

Terlebih, salah satu pelanggan Indosat Ooredoo melalui Twitter ke Kominfo mengaku, Nomor Induk Kependudukan (NIK) digunakan oleh lebih dari 50 nomor Indosat Ooredoo.

Indosat mengakui dan sudah membersihkan nomor-nomor siluman itu.

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta, pemerintah bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan NIK sekaligus memberi sanksi tegas.

"Seharusnya belajar dari kasus Malaysia, harus diaudit jika data itu bocor," katanya kepada Kontan, Senin (5/3/2018).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menegaskan, Kominfo dan operator hanya mencocokkan data pelanggan, yaitu NIK dan Kartu Keluarga (KK) dengan database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Proses itu hanya konfirmasi," kata Rudiantara, Senin (5/3/2018).

Dia menjamin, Dukcapil tidak akan membocorkan informasi kependudukan. Kerahasiaan dijamin oleh UU tentang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help