VIDEO: Bajaj Nekat Lewat JLNT Casablanca, Ngotot Bajaj yang Lain Juga Naik

Saya enggak muna (munafik) sih kalau enggak ada kayak gini (operasi lalin) saya juga naik. Bukan hanya saya, tapi bajaj yang lain juga naik

WARTA KOTA, JAKARTA- Polisi menghentikan sebuah bajaj yang melintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018) pagi. Bajaj dihentikan karena JLNT Casablanca hanya diperuntukan bagi kendaraan roda empat. Bajaj dan sepeda motor dilarang melintas di jalan itu. Mulai Senin ini, polisi melakukan Operasi Keselamatan Jaya di sejumlah titik di Jakarta, termasuk JLNT Casablanca. Dari pantauan Kompas.com di lokasi, polisi langsung meminta kelengkapan surat sopir bajaj itu. Saat diperiksa, sopir bajaj tidak bisa menunjukan surat kepemilikan bajaj. Ia hanya memperlihatkan surat tilang.

Dokumen bajaj tersebut rupanya pernah ditilang pada 2016 dan sampai sekarang dokumen itu belum ditebus atau masih ditahan polisi. Sopir bernama Herman itu mengatakan, saat dokumen ditilang yang mengendarai bajak itu bukan dirinya tetapi sopir lain. Herman mengaku sebagai sopir tembak.

"Kan bukan saya, Pak, ini tilangan sopir sebelumnya," ujar Herman kepada polisi. Ia mengatakan, dirinya terpaksa melintas di JLNT Casablanca karena terburu-buru mengantarkan penumpang. Herman mengemukakan dia sudah beberapa kali melintas di ruas jalan tersebut. "Saya juga buru-buru, penumpangnya kejar waktu. Dia butuh waktu, saya butuh setoran. Saya enggak muna (munafik) sih kalau enggak ada kayak gini (operasi lalin) saya juga naik. Bukan hanya saya, tapi bajaj yang lain juga naik," ujar Herman.

Herman mengatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. "Saya ngerti, sudah kesalahan saya. Berikutnya ada tindak lanjut yang lebih tegas (dari polisi), saya enggak mau lagi (melintas)," ujar Herman. Penumpang bajaj itu, yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan telah memberitahu Herman agar tidak melintasi ruas jalan tersebut. Namun, Herman tak menghiraukan sarannya dan tetap melintasi JLNT Casablanca.

"Sudah saya bilangin jangan naik, tapi dia tetap naik," ujar penumpang itu. Karena kesal, penumpang tersebut akhirnya menurunkan seluruh barang miliknya yang dibungkus di dua karung berwarna putih. Ia lalu menghentikan sebuah taksi dan pergi meninggalkan bajaj tersebut. "Mau naik taksi saja," ujar penumpang itu.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra sebelumnya mengatakan, 2.704 personel dikerahkan untuk mengamankan hari pertama Operasi Keselamatan Jaya. Operasi itu akan dilakukan pukul 08.00-10.00, dan akan diisi 80 persen kegiatan preventif. Sementara 20 persen kegiatan sisanya berupa penegakan hukum. Operasi itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Di hari pertama ini kami akan melakukan operasi di tiga titik, di kawasan Palmerah, Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan JLNT Casablanca. Untuk hari pertama tiga titik ini dulu," ujar Halim kepada Kompas.com, Senin pagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bajaj Ditilang di JLNT Casablanca, Penumpang Pun Pindahkan ke Taksi",

Penulis : Kontributor Jakarta, David Oliver Purba

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help