Soal Isu Pencucian Uang Saat Beli Inter, Ini Jawaban Erick Thohir

Pembayaran saham yang dilakukan oleh taipan asal Indonesia Erick Thohir pada tahun 2013 kepada Inter Milan bermasalah.

Soal Isu Pencucian Uang Saat Beli Inter, Ini Jawaban Erick Thohir
Dok. Inter Milan
RONALDO, Erick Thohir, dan Jose Mourinho bertemu di sela-sela pertandingan antara Inter Milan dan Sampdoria, Sabtu (20/2/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pengusaha Indonesia Erick Thohir membantah skandal pencucian uang di tubuh klub Liga Seri-A, Inter Milan, seperti yang dipaparkan oleh media Italia.

"Isu pencucian uang tersebut tidak benar," demikian pernyataan Erick Thohir menanggapi isu tersebut, Minggu (04/03/2018).

"Hal ini biasa terjadi, sebagai psy war menjelang derby," imbuhnya.

AC Milan bertemu dengan Inter Milan dalam laga bertajuk Derby della Madonnina dalam laga lanjutan Liga Italia, Minggu (4/3/2018) atau Senin dini hari ini pukul 02.45 WIB.

Namun, laga ini ditunda karena meninggalnya kapten Fiorentina, Davide Astori.

Erick membeli Inter dari Massimo Moratti pada 2013 sebelum menjual sebagian besar sahamnya kepada Suning Group pada Juni 2016. Sampai saat ini posisi presiden memang masih dijabatnya.

Namun, awal pekan ini muncul kabar tak mengenakkan ketika Erick diduga melakukan pencucian uang saat membeli Inter. Adalah harian La Stampa yang awalnya memberitakan itu.

Media Italia itu memberitakan bahwa pembayaran saham yang dilakukan oleh taipan asal Indonesia Erick Thohir pada tahun 2013 kepada klub tersebut bermasalah. Setelah diselidiki tak ada bukti yang menunjukkan pencucian uang tersebut.

Dalam laporannya, La Stampa mengatakan bahwa proses pembelian saham Inter Milan oleh Erick Thohir pada 2013 silam menimbulkan kecurigaan bagi pihak berwenang di Italia. Diduga terjadi proses pencucian uang saat proses pembelian saham tersebut terjadi.

Kecurigaan tersebut muncul saat ditemukannya data soal penerbitan surat obligasi dari tanggal 11 Oktober sampai 15 November di tahun 2013 itu. Bukti itu sempat menimbulkan kecurigaan para pejabat Italia. Surat obligasi itu banyak diterbitkan di Hong Kong, namun hingga kini dugaan tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.

"Sampai hari ini, kami tak bisa menemukan informasi lengkap mengenai dana asing ini," tulis La Stampa seperti dikutip dari Football-Italia. (Tjahjo Sasongko)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir Bantah Soal Pencucian Uang di Inter Milan"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved