Ilmuwan Khawatir Manusia Punah, Hal Ini yang Membuat Mereka Khawatir

Akibat lingkungan yang tercemar dan gaya hidup tak sehat, para ilmuwan menyatakan bahwa jumlah sperma pria telah turun 50 persen.

Ilmuwan Khawatir Manusia Punah, Hal Ini yang Membuat Mereka Khawatir
Istimewa
ILUSTRASI Merokok 

WARTA KOTA, PALMERAH---Akibat lingkungan yang tercemar dan gaya hidup tak sehat, para ilmuwan menyatakan bahwa jumlah sperma pria telah turun 50 persen sejak 40 tahun terakhir.

Bila hal ini dibiarkan, maka ada kekhawatiran soal kepunahan manusia.

"Akhirnya, kita mungkin memiliki masalah dan berhadapan dengan punahnya spesies manusia," ujar peneliti utama studi, Dr. Hagai Levine, seperti dilansir New York Daily News.

Levine tidak memberikan perkiraan kapan manusia diprediksi punah, namun ia menyarankan perbaikan gaya hidup masyarakat pada umumnya.

"Jika kita tidak akan mengubah cara kita hidup, lingkungan, dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang membahayakan, saya sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan," katanya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan jurnal Human Reproduction Update, tim peneliti internasional menganalisis 185 studi dari 1973 sampai 2011, dan menemukan bahwa dalam laporan yang diambil dari Amerika Utara, Eropa, Australia dan Selandia Baru, membuktikan adanya penurunan sperma hingga mencapai 52,4 persen.

Periset lain yang mempelajari jumlah sperma di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika, di sisi lain, tidak menemukan penurunan jumlah atau konsentrasi sperma yang signifikan.

Penelitian ini melibatkan 42.000 peserta pria dari 50 negara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pria barat lebih rentan terhadap jumlah sperma yang lebih rendah daripada pria yang berasal dari belahan dunia lain.

Studi tersebut menyatakan bahwa konsentrasi sperma di bawah 40 juta / ml dianggap sangat rendah.

Penelitian ini menyebut, faktor lingkungan seperti bahan kimia, pestisida, panas, diet, merokok, dan stres sangat memengaruhi jumlah sperma.

Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help