Muntah dan Mencret Massal Lantaran Bakteri Makanan Terjadi di Tangerang

Jumlah korban yang keracunan massal ini sebanyak 179 orang. Hingga kini bertambah menjadi 197 orang.

Muntah dan Mencret Massal Lantaran Bakteri Makanan Terjadi di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sejumlah warga korban keracunan makanan asal Kampung Cerewed, Desa Sukamandi, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang saat diberikan pertolongan di rumah sakit. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Warga asal Kampung Cerewed, Desa Sukamandi, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

Mereka keracunan massal lantaran mengonsumsi hidangan hajatan di lokasi tersebut.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desriana. Ia menjelaskan ada ratusan orang yang terjangkit wabah bakteri terkandung dalam makanan tersebut.

"Korbannya semakin bertambah. Kami sudah pemeriksaan terhadap para korban," ujar Desriana kepada Warta Kota, Jumat (2/3/2018).

Jumlah korban yang keracunan massal ini sebanyak 179 orang. Hingga kini bertambah menjadi 197 orang.

Mereka dilarikan ke RS Permata, RS Hermina, RS Siloam, RS Arya Medika, RSUD Tangerang, Ciputra Hospital, dan Puskesmas Pasir Jaya.

"Sudah ada yang dibolehkan pulang dan sebagiannya masih dirawat inap di rumah sakit," ucapnya.

Ia menyebut pihaknya akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Bahkan pemerintahan setempat menetapkan peristiwa ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Jumlah korban tergolong banyak, status KLB kami tetapkan," kata Desriana.

Para korban yang keracunan ini merupakan tamu undangan dari pesta pernikahan di lokasi tersebut. Bahkan yang punya hajat pun tak luput dari penyelidikan polisi.

"Sampel makanan sudah kami ambil dan dalam proses pemeriksaan," ungkapnya.

Sementara itu Elly (43) satu dari korban menerangkan mengenai kejadian ini. Ia pada Minggu (26/2/2018) lalu hadir dalam acara pesta pernikahan di kediaman Kayo.

"Sehari sehabis makan menu di hajatan, tiba - tiba kepala saya pusing," imbuh Elly.

"Mual - mual mata berkunang. Muntah dan mencret terus, langsung berobat ke rumah sakit," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help