Peneliti Inggris Ciptakan Robot untuk Bantu Penderita Autisme

Peneliti Inggris menciptakan robot seukuran anak yang bisa berbicara, menyisir rambutnya, dan bahkan bermain drum.

Peneliti Inggris Ciptakan Robot untuk Bantu Penderita Autisme
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Untuk membantu anak-anak yang menderita autisme, sejumlah peneliti Inggris menciptakan robot seukuran anak yang bisa berbicara, menyisir rambutnya, dan bahkan bermain drum.

Robot bernama Kaspar ini diciptakan dengan fitur-fitur manusiawi yang realistis, namun disederhanakan agar dapat membantu anak-anak penderita autisme mengeksplorasi komunikasi dan emosi dasar manusia, dan belajar tentang interaksi fisik yang dapat diterima secara sosial.

Seperti dilansir The Irish Mirror, untuk dapat memenuhi tujuan ini, Kaspar diciptakan dengan memiliki sensor kulit di berbagai bagian tubuhnya, termasuk di bagian pipi, tubuh, lengan, telapak tangan dan kakinya,yang memungkinkannya mampu merespons sentuhan.

Baca: Perempuan ini akan Fokus Melawan Pembulian terhadap Anak, Khususnya Penyandang Autisme

Robot akan mampu merespons sentuhan anak-anak. Misalnya, ketika robot itu menggelitik, ia juga akan tertawa dan membalas dengan ramah, tapi jika anak itu "bermain kasar", meremas terlalu keras atau mencubit robotnya, Kaspar akan memberi tahu anak bahwa itu "menyakitkan" dan mengekspresikan tubuh yang tepat.

Kaspar dikembangkan oleh University of Hertfordshire, dan telah digunakan dalam penelitian jangka panjang bagi sekitar 170 anak autis di Inggris dan luar negeri.

"Kami ingin mengubah prototipe kami menjadi robot canggih, kuat dan dapat diperdagangkan secara komersial, serta tersedia bagi anak-anak di seluruh dunia," kata salah seorang peneliti, Prof Dautenhahn.

Baca: Salmon Turunkan Risiko Autisme pada Janin

Menurut The National Autistic Society, saat ini ada 700.000 penderita autisme di Inggris, yang berarti autisme adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dari sekitar 2,8 juta orang.

Anak-anak dengan autisme seringkali menemukan interaksi fisik yang sulit, sehingga Kaspar diharapkan dapat bertindak sebagai mediator antara penderita dan anak-anak lain, guru, keluarga dan terapis.

Namun, para psikolog dan terapis Inggris percaya bahwa robot juga dapat membantu anak-anak dengan kesulitan interaksi sosial lainnya dan masalah komunikasi.

"Kaspar memiliki potensi untuk membantu banyak anak di seluruh dunia," kata Dautenhahn.

Kaspar adalah bagian dari sebuah pameran khusus yang disebut "Robot" di Science Museum di London, yang dibuka pada 8 Februari 2017.

Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved