Omset Harun Turun Drastis Efek PKL dan Parkir Liar Marak di Pasar Bunga Rawa Belong

Dia menyatakan, omset penjualan bunga mawarnya mengalami penurunan drastis.

Omset Harun Turun Drastis Efek PKL dan Parkir Liar Marak di Pasar Bunga Rawa Belong
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana perdagangan bunga di pasar bunga Rawa Belong. Kamis (1/3). 

WARTA KOTA, KEBON JERUK -- Pedagang bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, Harun (41) katakan, omset penjualan bunga mawarnya mengalami penurunan drastis.

Hal itu terdampak dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkiran liar di lingkungan Pasar Bunga Rawa Belong.

"Sebenarnya, menurun pak, omset saya dagang bunga mawar merah dan putih. Omset saya ini paling turun 30 persen. Ya anggap saja begini, jikalau sehari bisa terjual dan dapat Rp 1 Juta, nah sekarang-sekarang ini, paling cuma terjual Rp 300.000-an saya dapatnya. Tuh, dampaknya dari PKL liar dan parkir liar, di depan pasarnya. Gimana mau ramai pembeli, jikalau pembeli ini yang mau ke sini juga ribet, selalu semrawut di Jalan Sulaiman. Susah parkir juga, belum lagi di trotoar ada pedagang bunga enggak resmi berdagang," ungkap Harun sembari menata bunga dagangannya, Kamis (1/3/2018).

Sementara itu, Mardalena selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Bunga Rawa Belong, menuturkan, pihaknya hingga kini terus fokuskan Penataan Pasar Bunga Rawa Belong jelang Asian Games 2018.

"Beberapa penataan pasar segera dilakukan ya dan penataan pun dilakukan pada bulan Maret 2018 ini. Penataan di antaranya, penataan para pedagang, pengecetan tembok, hotmix di jalan dan pembersihan lantai, serta pengangkutan sampah. Kami pun berkoordasi dengan semua pedagang untyk andil melakukan penataan ya," kata Mardalena.

Penataan yang kini berjalan, papar Mardalena, antara lain pengecetan pagar, dan juga gapura dilakukan oleh swadaya pedagang.

Sampah di lingkungan Pasar Bunga Rawa Belong juga difokuskan sebab delapan ton sampah dapat terkumpul dalam sehari.

"Di sini, belum ada bank sampah serta kurang sumber daya manusia (SDM). Sehingga, kami pun kesulitan menyelesaikan permasalahan ini semua.  Kami hanya punya 15 orang saja yang mengelola sampah. Sangat kurang sekali, dan kami sudah ajukan 15 orang lagi untuk khusus mengelola sampah. Jadi sampah dapat diolah dengan baik nantinya," katanya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved