Berita Heboh

Marbot Masjid Akui Dirinya Terima Sepeda untuk Rekayasa Penganiayaan

Marbot itu mengakui tindakan dia merekayasa kisah penganiayaan untuk mendapatkan uang.

Marbot Masjid Akui Dirinya Terima Sepeda untuk Rekayasa Penganiayaan
Kompas.com
Marbot masjid rekayasa kisah penganiayaan. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- UY, marbot Masjid Agung Pamengpeuk, Garut, mendapat bantuan dari Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna berupa sepeda gunung, mesin pemotong rumput, sembako, dan uang tunai.

UY  belakangan diketahui telah merekayasa cerita dan bukti penganiayaan terhadap dirinya yang sempat viral di media sosial,

Bantuan tersebut disampaikan Kapolres di hadapan para ulama di Garut, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Sirodjul Munir, ketua PCNU serta beberapa ulama lainnya.

Baca: Gajinya Hanya Rp 125 Ribu Bikin Marbot Uyu Gelap Mata

Baca: Viral! Muka Anggota Inti Laskar Muslim Cyber Army Tersebar di Medsos

"Jadi jangan hanya menghina saja, kita kasih perhatian juga," kata Budi kepada wartawan, Kamis (1/3/2018) sore di Mapolres Garut.

Menurut Budi, salah satu alasan UY merekayasa cerita penganiayaan adalah karena tekanan ekonomi.

Anaknya ingin membeli mesin pemotong rumput untuk bekerja.

Makanya, pihak kepolisian mencoba memfasilitasi UY agar bisa keluar dari kesulitan ekonomi.

Baca: Ancaman 3 Bulan Penjara Menanti Pengemudi yang Dengar Musik atau Merokok

Dirinya pun menggugah seluruh masyarakat untuk lebih peduli kepada marbot masjid dengan memperhatikan kesejahteraannya.

Di tempat yang sama, UR sendiri beralasan, melakukan rekayasa penganiayaan terhadap dirinya karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Baca: Video Heboh Homan Vs Najwa Jilid II Makin Seru: Netizen Tertawa Hotman Sarankan Najwa Bahas Pelakor

Apalagi, saat pertama dirinya bekerja menjadi marbot di Masjid Agung Pamengpeuk, ia sempat dijanjikan akan dibuatkan warung kopi untuk berdagang.

Namun, hingga lima tahun bekerja, janji tersebut tidak juga terlaksana.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirojul Munir menegaskan, apa yang dialami oleh UR banyak juga terjadi di daerah lain.

Menurutnya, pemerintah dan pengurus DKM juga harus peka terhadap kesejahteraan marbot.

"Di negara lain, marbot sudah digaji pemerintah," katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj menyerahkan sepenuhnya proses hukum para tersangka MCA ke pihak kepolisian. (Kontributor Garut, Ari Maulana Karang)

Sebelumnya telah diunggah Kompas.com dengan tautan: Marbut Masjid yang Rekayasa Penganiayaan di Garut Dapat Sepeda

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help