Polisi Tidak Menahan Tersangka Kasus Tol Becakayu, Ini Alasannya

Walau begitu dikatakan Tony bahwa pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi Tidak Menahan Tersangka Kasus Tol Becakayu, Ini Alasannya
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Tiang pancang proyek Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, roboh pada Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 03.30 WIB. 

WARTA KOTA, JATINEGARA - AA selaku Kepala Pelaksana Lapangan Waskita dan AS sebagai Chief Inspektur (pengawas) dari Wirama Karya ditetapkan sebagi tersangka kasus robohnya Bekisting Pierhead proyek tol Becakayu.

Dalam insiden tersebut menyebabkan tujuh pegawai terluka.

Namun walau berstatus tersangka, kedua pekerja proyek tersebut tidak ditahan oleh Polres Metro Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra, mengatakan bahwa kedua tersangka itu hanya diminta pertanggungjawaban.

"Kedua tersangka ini tidak kita lakukan penahanan karena artinya masih dalam batas toleransi bahwa yang bersangkutan pun tidak mungkin melakuan itu karena kelalainya itu," kata Tony di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (27/2/2018).

Walau begitu dikatakan Tony bahwa pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu tidak dilakukan penahanan karena kasus ini tidak menyebabkan korban jiwa.

"Proses tetap berjalan yang bersangkutan juga tetap harus mempertanggunjawabkan perbuatannya," katanya.

Dalam kasus ini para tersangka terjerat pasal Pasal 360 ayat 1 KUHP menyatakan, barang siapa karena kealpaan menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun.

Namun walau dalam pasal tersebut terkena pidana paling kecil satu tahun namun dua tersangka tersebut tidak dilakukan penahanan. Tony menyebut jika tidak semua kasus dilakukan penahanan.

"Jadi memang kita dari penyidik tidak semua kasus pidana itu diwajibkan untuk dilakukan penahanan kalo bisa dipertanggungjawabkan, dan tidak memungkinkan melarikan diri, serta tidak menghilangkan barang bukti maka itu bisa jadi pertimbangan penyidik," katanya.

Sebelumnya bekisting pierhead Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Bekacayu) ambruk menimpa tujuh pekerja pada Selasa (20/2) dini hari.

Ketujuh korban mengalami luka dan selanjutnya dilakukan evakuasi ke Rumah UKI dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna dilakukan penanganan medis. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help