Nah Loh! Pedagang Kurma Tanahabang Minta Ditata Seperti PKL Jatibaru

Pedagang kurma di Tanahabang iri melihat PKL di jalan Jatibaruraya.Mereka meminta Pemprov DKI memperlakukan secara adil.

Nah Loh! Pedagang Kurma Tanahabang Minta Ditata Seperti PKL Jatibaru
Warta Kota/panji baskhara ramadhan
Kini, para pedagang kurma yang berjualan di bibir Jalan KH Mas Mansur di fasilitasi tenda oleh Camat Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tenda berwarna oranye tersebut bertuliskan Suku Dinas (Sudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan (KUMKMP) Kota Administrasi Jakarta Pusat. Namun, keberadaan mereka memperparah situasi arus lalin di lokasi tersebut, Senin (07/07/2014). 

WARTA KOTA, TANAHABANG -- Pedagang kurma di Tanahabang iri melihat PKL di jalan Jatibaruraya. 

Para pedagang kurma merasa sudah berjualan puluhan tahun dan menjadi ikon Tanahabang. 

Mereka minta dibina seperti PKL di Jalan Jatibaruraya, sehingga tidak lagi terancam digusur karena dinilai melanggar peraturan dan dicap sebagai biang masalah.

"Kita minta diresmiin kayak (pedagang) Jatibaru, jangan digantung begini," ungkap Hasan, salah satu pedagang kurma di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (27/2/2018).

Baca: Pertama di Indonesia, Minuman Kurma Tanpa Bahan Pengawet dan Pemanis

Sementara itu, terkait penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum, Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Hidayatullah menyampaikan jika upaya penertiban dapat dilakukan pihaknya secara langsung.

Hanya saja, kata Hidayatullah, kewenangan terlebih dahulu berada di tingkat kecamatan Tanah Abang maupun Kotamadya Jakarta Pusat.

"Bisa aja (penertiban) bang, cuma apabila kurang personil dalam kegiatan penertiban biasanya camat permohonan ke walikota bang," ungkapnya dihubungi pada Selasa (27/2/2018).

Baca: Nasib Pedagang Kurma yang sudah Jadi Legenda di Tanah Abang Masih Digantung

Kini pihaknya menunggu keputusan Kotamadya Jakarta Pusat terkait keberadaan pedagang kurma. "Bisa kordinasi wilayah bang," imbuhnya singkat.

Dihubungi terpisah, Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP), Bangun Richard menyampaikan pendataan pedagang masih dilakukan, sebab diketahui kordinator pedagang kurma, Aris meninggal dunia sekitar dua bulan lalu.

"Masih difollow up, karena kordinatornya meninggal dua bulan lalu," ungkapnya dihubungi pada Selasa (27/2/2018).

Sementara, terkait permintaan pedagang kurma yang menginginkan untuk dibina dan dibentuk dalam satu lokasi binaan (JP), dirinya mengaku terbuka. Namun, pembentukan JP terlebih dahulu harus diawali dengan penunjukan lahan oleh lurah dan camat sebagai persyaratan utama.

"Bisa dibina, asal ada lahan untuk lokalisasi yang diajukan Lurah dan Camat," ungkapnya.(DWI RIZKI)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help