Kejari Kabupaten Bekasi Umumkan Tengah Tangani Kasus Korupsi Bernilai Rp 6 Miliar

Penyidik masih berupaya melakukan pendalaman adanya penyelewengan dana dan keterlibatan korupsi berjamaah tersebut.

Kejari Kabupaten Bekasi Umumkan Tengah Tangani Kasus Korupsi Bernilai Rp 6 Miliar
Business Nova
Ilustrasi korupsi. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi sedang menangani dua perkara kasus korupsi dengan total kerugian Rp 6 miliar.

Kedua kasus itu di antaranya penyelewengan dana kredit di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Cikarang dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara dengan masing-masing kerugian Rp 3 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran mengatakan, dua kasus yang sedang ditangani memiliki tahapan yang berbeda.

Untuk kasus kredit di BTN sudah memasuki tahap penyidikan, sedangkan di kasus ADD masih berstatus penyelidikan.

Meski kasus kredit di BTN sudah penyidikan, namun Kejari belum menetapkan tersangka.

Penyidik masih berupaya melakukan pendalaman adanya penyelewengan dana dan keterlibatan korupsi berjamaah tersebut.

Penyidik juga masih menunggu audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat.

"Sudah ada titik terang, mana saja yang akan kita tangkap. Ada tiga dan empat orang yang kami bidik, di antaranya rekanan bank," kata Risman di kantornya, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Selasa (27/2/2018).

Risman menjelaskan, kasus kredit di BTN mencurat setelah kejaksaan mendapat informasi dari masyarakat.

Kejaksaan kemudian menggelar penyelidikan hingga akhirnya diketahui adanya tindakan melanggar hukum.

Berdasarkan penyelidikan itu, petugas menemukan adanya persekongkolan antara oknum pegawai BTN dengan pihak luar dalam mencairkan bantuan kredit tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help